Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Dr. Erda Rindrasih, kembali memperkuat kontribusi akademik Indonesia melalui publikasi terbarunya berjudul “Regional Development Status of Sulawesi Island for New Policy Direction.” Artikel tersebut dimuat di International Review for Spatial Planning and Sustainable Development, jurnal internasional bereputasi Q2.
Penelitian ini mengulas tantangan unik perencanaan pembangunan di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Sulawesi, yang membutuhkan pendekatan kebijakan berbeda dibandingkan wilayah daratan. Minimnya literatur mengenai pembangunan berbasis kepulauan membuat studi ini memiliki signifikansi tinggi dalam memberikan perspektif baru bagi perumus kebijakan daerah maupun nasional.
Melalui metode penelitian kualitatif yang memadukan wawancara mendalam, laporan media, data statistik pemerintah, observasi lapangan, dan diskusi kelompok terfokus, Dr. Erda menilai status pembangunan terkini di enam provinsi di Pulau Sulawesi. Hasil penelitian mengungkap beberapa temuan utama:
-
Ketimpangan pembangunan masih sangat tinggi antardaerah.
-
Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor ekonomi dominan.
-
Tidak ada provinsi di Sulawesi yang sepenuhnya mencapai target pembangunan yang ditetapkan.
-
Terdapat kesenjangan investasi signifikan antarprovinsi.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini menawarkan serangkaian rekomendasi strategis untuk mengarahkan kebijakan pembangunan Sulawesi ke depan. Rekomendasi tersebut meliputi:
-
prioritas pada penataan ruang dan konservasi,
-
penguatan peran pertanian untuk ketahanan pangan,
-
regulasi pertumbuhan industri khususnya industri hilir,
-
pengembangan pariwisata berkelanjutan,
-
pembangunan infrastruktur terintegrasi,
-
dukungan terhadap sistem energi, dan
-
penguatan tata kelola pemerintahan yang baik.
Publikasi ini memberikan kontribusi penting bagi kajian pembangunan wilayah di Indonesia dan memperkaya diskursus mengenai kebijakan pembangunan yang inklusif, keberlanjutan sumber daya, serta strategi pengentasan ketimpangan regional.
Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.