Yogyakarta, 23 Januari 2026─Sebagai upaya mendorong pemberdayaan sosial-ekonomi warga dalam rangka implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) kembali menerjunkan tim pengabdian masyarakat di Dusun Karanganom, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Pada kegiatan kali ini, Tim DMKP menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Hasil dengan inisiatif kolaboratif yang melibatkan dosen serta mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Sinergi akademik ini bertujuan untuk memberikan pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat mitra.
KWT Ngudi Hasil telah aktif sejak 27 September 2010 berkat sinergi antara penyuluh lapangan dan warga setempat. Namun, pasca pandemi Covid-19, kelompok ini mengalami masa stagnasi atau “mati suri”. Beberapa kendala utama yang dihadapi meliputi operasional yang masih bergantung pada perseorangan, lemahnya kolektivitas kerja, serta produksi yang hanya bersifat momentum (berdasarkan pesanan saja).
Selain itu, minimnya tenaga terampil dan belum adanya aspek legalitas usaha—seperti surat izin usaha dan sertifikasi halal—membuat ruang gerak usaha KWT Ngudi Hasil menjadi sangat terbatas.
Merespons kondisi tersebut, pada penghujung tahun 2025, tim pengabdian DMKP UGM yang dipimpin oleh Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si., berinisiatif melakukan gerakan pemberdayaan bertajuk “Pembuatan Kerupuk Lidah Buaya”. Program ini bertujuan untuk meng-upgrade kapasitas kelompok, membenahi tata kelola organisasi, serta membimbing strategi pemasaran dan kewirausahaan yang lebih efektif.
Dalam hal ini, Tim DMKP UGM melakukan pendampingan hulu-hilir mulai dari proses dimulai dari penanaman kembali lidah buaya oleh ibu-ibu KWT bersama warga sekitar. Daging lidah buaya kemudian diolah menjadi bahan dasar adonan kerupuk dengan komposisi campuran tepung terigu, telur, tepung kanji, tepung beras, dan bumbu rempah.
Guna meningkatkan efisiensi produksi, DMKP FISIPOL UGM juga menyerahkan bantuan alat pengiris (slicer) kerupuk.
“Penyerahan alat ini diharapkan dapat memudahkan proses produksi yang semula manual menggunakan pisau biasa, menjadi lebih efektif, produktif, dan menghasilkan kualitas irisan yang seragam,” jelas perwakilan tim dalam laporannya.

Setelah proses pengirisan, penjemuran, dan penggorengan, produk akhir dikemas dengan desain modern yang telah dirancang khusus oleh tim pengabdian. Re-branding kemasan ini ditujukan agar Kerupuk Lidah Buaya KWT Ngudi Hasil layak jual dan siap bersaing sebagai alternatif oleh-oleh khas Yogyakarta dari Piyungan, Bantul.
Pelaksanaan program ini didukung oleh tim peneliti gabungan yang terdiri dari:
- Dosen: Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, Dr. Samodra Wibawa, Dr. Suripto.
- Mahasiswa & Asisten Peneliti: Amanda Elista (Asisten Peneliti), Otto Yasa Abdullah (S1), Arista Dwi Yanti (S1), Seprina Hasan Effendi (S2), Manurgara Rara Talaohu (S2), Fajarwati Kusumawardhani (S3), dan Titis Dewi Anggalini (S3).
Melalui kegiatan ini, DMKP FISIPOL UGM berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan produktivitas berbasis sumber daya lokal serta membangun ketahanan pangan desa.