Memahami Keterkaitan Agama dan Kehidupan Sosial-Ekonomi Melalui Kuliah Umum FISIPOL UGM

Yogyakarta, 22 April 2026—Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) menyoroti keterkaitan agama dan ekonomi dalam kuliah umum pada Rabu (22/4).

Mengundang Prof. Martin Lindhardt dari University of Southern Denmark sebagai pembicara utama, kuliah umum bertajuk “The Economics of Pentecostal/Charismatic Christianity” ini berusaha memahami keterkaitan antara agama dan ekonomi yang menjadi semakin penting di Indonesia. Terlebih, aktivitas keagamaan berperan signifikan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kuliah umum ini menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk menambah wawasan terkait dinamika ekonomi keagamaan yang sangat relevan dengan kondisi sosial-ekonomi Indonesia saat ini. Kuliah umum ini juga mengeksplorasi berbagai aspek bagaimana teologi agama dapat memengaruhi kebijakan dan praktik ekonomi. 

Falikul Isbah, selaku moderator acara, memperkuat keterkaitan antara agama dan ekonomi selama kuliah umum. Ia mencatat, “Dalam berbagai literatur, ada pembahasan tentang tokoh seperti Aa Gym, dengan konsep seperti ‘manajemen qalbu’. Lalu,  ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Kurang lebih, tren tersebut mirip dengan prosperity gospel.” Pengamatan ini memantik diskusi di antara peserta tentang implikasi gerakan tersebut terhadap perilaku ekonomi dan kelas sosial.

Kuliah umum ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mempromosikan kesempatan belajar sama untuk semua. 

Secara keseluruhan, kuliah umum di FISIPOL UGM ini berfungsi sebagai forum penting untuk membahas interaksi kompleks antara agama dan ekonomi. Kuliah umum ini menjadi platform akses yang setara terhadap pendidikan dan menyoroti pentingnya memahami dinamika ini dalam mendorong masyarakat yang lebih inklusif. Wawasan yang dibagikan oleh Profesor Lindhardt dan diskusi di dalam kuliah umum menginspirasi sivitas akademika untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang isu-isu kritis ini dalam konteks Indonesia.

Acara ini bersifat terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa mata kuliah Sosiologi Agama tingkat S1 serta mahasiswa S2.