Paradoks Ketahanan Pangan: GAMAPI UGM Selenggarakan Public Conference Bersama Ahli

Yogyakarta, 23 Mei 2026—Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (GAMAPI UGM) menutup rangkaian acara Public Action dengan mengadakan Public Conference untuk membahas ketahanan pangan bersama para ahli. 

Isu ketahanan pangan menjadi topik penting untuk dibahas, terutama sejalan dengan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Kompleksitas yang mengelilingi ketahanan pangan memerlukan pemeriksaan yang mendalam, terutama ketika implementasinya melibatkan berbagai aktor dan kepentingan. Konferensi ini bertujuan untuk mengungkap kompleksitas tersebut dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan dan peluang dalam mencapai ketahanan pangan.

Salah satu pembicara kunci, Mochtar Habibi, menekankan pentingnya melihat siapa yang terlibat dalam proses ketahanan pangan dan bagaimana hal itu berkontribusi pada keadilan. “Ketahanan pangan memang fokus pada ketersediaan pangan. Tidak peduli dari mana pangan itu berasal, yang penting ada barangnya. Ini berbeda dengan kedaulatan pangan yang tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan, tetapi juga siapa yang memproduksi pangan kita dan bagaimana cara pembuatannya. Saat ini, kedaulatan pangan harus fokus pada aspek-aspek ini,” tegasnya.

Diskusi selama konferensi menyoroti perlunya pendekatan yang lebih inklusif terhadap ketahanan pangan, yang mempertimbangkan hak dan peran semua pemangku kepentingan yang terlibat. Peserta didorong untuk berpikir kritis tentang implikasi dari sistem produksi dan distribusi pangan, terutama terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) seperti akses terhadap pendidikan dan penggunaan sumber daya yang efisien.

Selain diskusi, konferensi ini juga menampilkan sesi interaktif di mana peserta dapat berinteraksi dengan para ahli dan berbagi perspektif mereka tentang ketahanan pangan. Format ini memungkinkan pertukaran ide yang kaya dan menciptakan suasana kolaboratif yang bertujuan untuk menghasilkan solusi yang dapat diimplementasikan terhadap tantangan yang dihadapi.

Acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan dalam mencapai sistem pangan yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan pendidikan ke dalam percakapan, GAMAPI UGM menekankan peran warga yang terinformasi dalam memperjuangkan kebijakan yang mempromosikan keadilan dan keberlanjutan pangan. Pendidikan untuk keberlanjutan menjadi tema yang sering muncul, dengan banyak pembicara menyoroti perlunya inisiatif pendidikan yang memberdayakan individu untuk membuat pilihan yang tepat tentang produksi dan konsumsi pangan.

Harapannya, wawasan yang diperoleh dari konferensi ini akan menginspirasi dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah, LSM, dan sektor swasta.

Secara keseluruhan, Public Conference yang diselenggarakan oleh GAMAPI UGM merupakan langkah signifikan menuju penanganan paradoks ketahanan pangan di Indonesia. Dengan mengumpulkan para ahli dan anggota komunitas, acara ini mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas yang mengelilingi ketahanan pangan dan pentingnya keadilan dalam sistem pangan. Diskusi yang berlangsung di Selasar Barat FISIPOL UGM pasti akan berkontribusi pada upaya berkelanjutan untuk menciptakan masa depan pangan yang lebih adil dan berkelanjutan.