
Untuk memperjelas arah akademik program studi yang sedang diasesmen, Wawan turut menekankan perbedaan karakteristik keilmuan yang dimiliki oleh Magister Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik.
“Jika Magister Administrasi Publik karakternya multi disiplin dan cenderung untuk memfasilitasi profesional, kalau Magister Manajemen dan Kebijakan Publik (MMKP) memang arahnya lebih ke public policy as science,” ungkap Wawan.
Terkait dengan metode pelaksanaan asesmen yang wajib dilakukan secara tatap muka atau luring, Prof. Teguh mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari standar yang ditetapkan oleh lembaga.
“Kenapa asesemen lapangan ini harus offline, itu salah satunya adalah karena targetnya LAMSPAK juga bisa direkognisi secara internasional.”
Secara keseluruhan, pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi bentuk komitmen FISIPOL UGM dalam menjaga sistem penjaminan mutu instansinya. Melalui evaluasi dari LAMSPAK ini, FISIPOL UGM menargetkan untuk terus memelihara dan meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta memastikan berjalannya layanan akademik yang berkelanjutan, terutama terutama bagi Program Studi Magister Manajemen dan Kebijakan Publik.