Tegas terhadap Kekerasan, Humanis dalam Pemulihan: DPP UGM Mengadakan Sosialisasi Penanganan Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental

Yogyakarta, 26 Mei 2026—Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (DPP UGM) mengadakan kegiatan sosialisasi penanganan kekerasan seksual dan kesehatan mental.

Acara ini digelar menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan di lingkungan akademik, termasuk aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut pemecatan dosen terduga pelaku kekerasan seksual.

Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, AAGN Ari Dwipayana, menekankan bahwa ruang untuk departemen bertindak tegas dalam menanggapi masalah kekerasan, tetapi juga membuka ruang yang luas untuk memulihkan dampak dari kekerasan tersebut. “Tidak ada toleransi untuk kekerasan, tetapi selalu ada ruang untuk pemulihan,” ujarnya.

Berpedoman pada Permendikbudristek No. 55 tahun 2024, SOP tim Satgas Sharing and Caring ini memastikan setiap laporan dari mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan ditangani dengan empati, tindakan responsif, dan jaminan perlindungan penuh. Kerangka kerja ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua anggota komunitas akademik.

“Look” berarti mengenali tanda-tanda distress atau kesulitan pada orang lain. “Listen” melibatkan keterlibatan empatik dengan mereka yang mengalami masalah. Terakhir, “Link” berarti menghubungkan individu dengan bantuan profesional. Dengan ketiga prinsip dasar pertolongan pertama psikologis ini, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi dan mengambil tindakan awal terhadap masalah psikologis di kampus sebelum masalah tersebut berkembang menjadi lebih serius.

Acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk membangun kapasitas di kalangan mahasiswa, membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung rekan-rekan mereka secara efektif. Dengan memupuk budaya kesadaran dan empati, DPP UGM bertujuan untuk menciptakan komunitas akademik yang lebih tangguh yang dapat menangani dan mengurangi dampak kekerasan serta tantangan kesehatan mental.

Lebih jauh lagi, acara sosialisasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan layanan dasar dan pendidikan terkait kesehatan mental serta pencegahan kekerasan. Dengan memprioritaskan area ini, UGM mengambil langkah signifikan menuju memastikan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi semua mahasiswa.

Acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh DPP UGM menandai langkah penting dalam menangani isu mendesak kekerasan seksual dan kesehatan mental di lingkungan akademik. Dengan menggabungkan tindakan tegas terhadap kekerasan dengan pendekatan yang penuh kasih untuk pemulihan, FISIPOL UGM menetapkan contoh bagi institusi lain untuk diikuti, yang pada akhirnya berkontribusi pada lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung.