Departemen Sosiologi UGM Gelar Workshop Analisis Tematik Bersama Prof. Martin Lindhardt, Tutup Rangkaian Kegiatan Visiting Scholar

Yogyakarta, 23 April 2026—Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop analisis data bertajuk “Thematic Analysis and its Use in the Study of Pentecostal Representations of God”. Kegiatan akademik ini dilangsungkan di Ruang BG 203 pada Kamis (23/4), mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.

Lokakarya ini menjadi acara penutup dari rangkaian program visiting scholar Profesor Martin Lindhardt dari University of Southern Denmark. Sebelumnya, Prof. Martin telah mengisi dua agenda utama di UGM, yakni sesi berbagi bertajuk “Digital Sociology: Recent Developments in the Sociological Study of Relations between Digital Technologies and Social Life” pada Senin (20/4) dan kuliah umum “The Economics of Pentecostal/Charismatic Christianity” pada Rabu (22/4).

Dipandu oleh dosen Sosiologi UGM, Hakimul Ikhwan, Ph.D., forum penutup yang dikhususkan bagi dosen, profesor, serta mahasiswa magister dan doktoral ini mengupas tuntas penggunaan Analisis Tematik dalam penelitian kualitatif. Dalam pemaparannya, Prof. Martin menguraikan bahwa Analisis Tematik berkembang sebagai turunan dari analisis konten induktif. Namun, metode ini memiliki kekhususan karena amat terfokus pada cara masyarakat merepresentasikan atau mengonseptualisasikan suatu fenomena melalui pencarian pola makna (pattern of meaning) di dalam data.

Terkait metodologi ini, Prof. Martin menyoroti keunggulannya dalam menangkap perspektif murni dari subjek penelitian. “Analisis Tematik sangat cocok untuk menjelaskan sifat spesifik dari bagaimana suatu kelompok tertentu mengonseptualisasikan fenomena yang sedang diteliti,” jelasnya.

Sebagai elaborasi kasus, Prof. Martin membagikan pengalamannya meneliti jemaat Pantekosta di Chili. Melalui data wawancara, ia mengidentifikasi beragam tema konseptualisasi Tuhan yang sangat personal di kalangan jemaat. Misalnya, representasi Tuhan sebagai pelindung harian, pendengar saat melakukan pekerjaan domestik di dapur, hingga figur yang menggantikan peran suami. Pemaknaan ini didapatkan karena analisis tematik bertumpu pada pendekatan konstruksionisme yang berupaya mengelaborasi makna yang dilekatkan individu terhadap realitasnya.

Melalui diseminasi dan transfer pengetahuan metodologis ini, institusi terus berupaya memastikan tersedianya pendidikan berkualitas yang merata bagi sivitas akademika, sekaligus mendorong terwujudnya kemitraan global yang solid guna memajukan kapasitas riset di masa depan.