Yogyakarta, 12 Agustus 2026─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan rangkaian pemilihan pemimpin baru melalui agenda Uji Publik Calon Dekan periode 2026-2031. Acara ini menjadi wadah penyampaian gagasan sekaligus ruang penjaringan aspirasi dari seluruh elemen sivitas akademika. Dekan FISIPOL UGM, Dr. Wawan Mas’udi, dalam pembukaannya mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah dinamika pemilihan dekan kali ini.
“Apapun dinamika yang ada, kita harus ingat bahwa FISIPOL adalah satu keluarga. Itu yang paling penting,” tegas Wawan.
Ketua Senat FISIPOL UGM, Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, M.Si, menjelaskan bahwa agenda uji publik ini merupakan salah satu dari 15 tahapan seleksi yang merujuk pada Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2016 yang direvisi dengan Nomor 12 Tahun 2016.
“Hari ini judulnya Uji Publik, tapi sebenarnya sharing gagasan, visi misi. Yang nanti akan disampaikan ini adalah masukan-masukan dari warga. Kita berharap mendapatkan visi misi bagaimana membawa rumah besar kita tercinta FISIPOL UGM untuk 5 tahun yang cemerlang,” paparnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Seleksi, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P., menyebutkan bahwa proses ini adalah representasi dari komitmen fakultas terhadap nilai-nilai kebebasan berpendapat dan kelembagaan yang transparan.
“Uji Publik lalu kemudian voting menjadi bagian dari demokrasi kita sebagai fakultas yang memang berbicara banyak tentang bagaimana demokrasi kita jalankan di republik ini,” jelasnya.
Dipandu oleh Milda Longgeita Br. Pinem, Ph.D. selaku MC dan Dr. Luqman-nul Hakim sebagai moderator, acara ini menghadirkan empat kandidat calon dekan, yaitu Arie Ruhyanto, Ph.D., Bahruddin, Ph.D., Fina Itriyati, Ph.D., dan Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele. Acara ini juga melibatkan panelis dari setiap unsur sivitas Fisipol UGM yaitu dari Dr. Novi Kurnia, M.Si., M.A. (perwakilan dosen), Anindya (perwakilan tenaga kependidikan), dan Ananda (perwakilan mahasiswa).
Uji publik dimulai dengan sesi pertama yaitu pemaparan visi misi atau naskah rencana program kerja masing-masing calon dekan. Setelahnya, acara memasuki bagian yang lebih fundamental, pada tahapan ini calon dekan mengambil undian pertanyaan untuk dijawab secara bergiliran, dan saling merespons untuk berdialog. Terdapat empat sesi pendalaman isu yang diangkat secara komprehensif, yaitu:
- Sesi Pendalaman Isu Akademik dan Kemahasiswaan. Sesi ini mendiskusikan strategi dan langkah 100 hari pertama kandidat dalam mengatasi keterbatasan fasilitas kelas, tingginya beban administratif, serta belum optimalnya saluran aspirasi. Kandidat juga diminta menyampaikan komitmen mereka dalam menjaga mutu kurikulum dan pengajaran tanpa mengurangi otonomi keilmuan di setiap departemen.
- Sesi Pendalaman Isu Penelitian, Pengabdian, Kerja Sama, dan Alumni. Sesi ini berfokus pada penciptaan lingkungan akademik yang inklusif dan kondusif. Para calon dekan memaparkan langkah konkret untuk membangun saluran komunikasi dua arah yang lebih terbuka, hangat, aman, dan responsif, agar setiap aspirasi dapat didengar tanpa terhambat birokrasi yang kaku.
- Sesi Pendalaman Isu Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Sesi ini menguji strategi kandidat dalam memastikan alokasi anggaran operasional dan pemanfaatan aset dilakukan secara transparan, efisien, dan berkeadilan antar departemen. Pengelolaan ini diwajibkan untuk benar-benar mendukung kebutuhan Tri Dharma dosen, penyediaan fasilitas dan insentif tenaga kependidikan, serta dana kegiatan mahasiswa.
- Sesi Pendalaman Isu Tata Kelola dan Relasi Internal-Eksternal. Sesi ini menyoroti pentingnya informasi tata kelola yang memanusiakan seluruh sivitas akademika. Para kandidat menjabarkan strategi mereka untuk membebaskan dosen dari beban birokrasi yang berlebih, memberikan ruang partisipasi serta kepastian karier bagi tenaga kependidikan, dan menghadirkan pelayanan publik yang responsif bagi mahasiswa.
Agenda uji publik ini kemudian ditutup dengan pernyataan akhir (closing statement) dari masing-masing calon dekan. Melalui penjaringan aspirasi yang terbuka ini, FISIPOL UGM diharapkan mampu menghasilkan pemimpin yang dapat menjamin akses pendidikan yang berkualitas, menekan ketimpangan antar elemen kampus, serta membangun sistem kelembagaan yang kuat, setara, dan berkeadilan nyata.