Yogyakarta, 4 Juni 2026—Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bersama Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (DPP UGM) menyelenggarakan seminar nasional untuk membahas integritas dan etika penyelenggara pemilu.
Seminar ini menekankan bahwa penguatan demokrasi hanya dapat dicapai melalui integritas penyelenggara pemilu. Pengalaman empiris DKPP dibagikan sebagai wawasan penting untuk mewujudkan kerangka demokrasi yang lebih kuat di Indonesia. Diskusi berfokus pada bagaimana integritas dalam pengelolaan pemilu sangat penting untuk kepercayaan publik dan kesehatan keseluruhan proses demokrasi.
Ari Dwipayana, selaku ketua departemen, menekankan adanya ruang kolaborasi yang terbuka untuk pertukaran pengetahuan dalam mewujudkan penguatan demokrasi. “Melalui kerja sama ini, kami berharap terbuka ruang kolaborasi yang semakin luas. Mulai dari riset bersama dalam pengukuran indeks ini. Kita juga melakukan upaya lebih serius untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, pengembangan pendidikan politik dan etika/logika publik. Sehingga kita bisa dengan kolaborasi ini bertukar pengetahuan hingga bisa mengusung rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat kualitas demokrasi Indonesia di masa depan,” jelasnya.

Selain itu, acara ini menampilkan berbagai pembicara dari para praktisi di DKPP dan KPU, serta akademisi yang membagikan perspektif mereka tentang tanggung jawab etis penyelenggara pemilu. Mereka menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemilu, yang merupakan hal mendasar untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi.
Seminar ini juga menghadirkan partisipan dari berbagai elemen masyarakat mulai dari organisasi masyarkat, forum mahasiswa, serta penyelenggara pemilu. Hal ini dilakukan sebagai layanan dasar dalam memastikan bahwa setiap warga negara dapat berpartisipasi secara bermakna dalam proses demokrasi.
Diskusi juga menyentuh pentingnya mengintegrasikan pendidikan tentang nilai-nilai demokrasi dan proses pemilu ke dalam kurikulum nasional. Dengan cara ini, peserta seminar berargumen, generasi mendatang akan lebih siap untuk terlibat dalam praktik demokrasi dan menjunjung tinggi prinsip integritas dan etika dalam pemerintahan.
Sebagai penutup, DKPP dan DPP UGM menyatakan komitmen mereka untuk melanjutkan dialog ini dan mendorong kemitraan yang akan berkontribusi pada masyarakat yang lebih demokratis dan adil. Seminar ini menjadi pengingat bahwa masa depan demokrasi di Indonesia sangat bergantung pada integritas mereka yang mengawasi proses pemilu.