Yogyakarta, 29 September 2026─Pekan Kesenian Fisipol (PKFU) UGM 2026 resmi digelar selama sepekan penuh, mulai dari 28 September hingga 2 Oktober 2026. Mengambil tempat di Taman Sansiro yang kini diramaikan oleh berbagai instalasi bernilai seni, acara tahunan ini memadukan berbagai kegiatan seni dan akademik yang kental dengan wacana sosial-politik.
Rangkaian PKFU 2026 resmi dibuka pada hari Senin (28/9). Agenda pembukaan bertajuk “Merapal Memori Muram: Menggali Kuburan Dalam-Dalam” diselenggarakan pada rentang pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan agenda diskusi bertema “Menggugat Narasi Tunggal Negara: Mengurai Praktik Genosida oleh Negara dalam Buku The Jakarta Method” yang berlangsung pada pukul 15.30 sampai 17.30 WIB.

Memasuki hari Selasa (29/9), para mahasiswa diajak merawat ingatan historis melalui agenda nonton bareng (nobar). Acara bertajuk “Menolak Lupa, Merawat Ingatan: Nonton Bareng Senyap – The Look of Silence (2014)” karya Joshua Oppenheimer ini dilaksanakan mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Rangkaian hari kedua tersebut kemudian ditutup dengan sesi “Sindikat: Bedah Buku dan Diskusi Buku Anda Sopan Bapak Segan” dari pukul 18.20 sampai 20.00 WIB.
Diskusi mengenai ingatan kolektif masyarakat semakin diperdalam pada Rabu (30/9) lewat sebuah acara sarasehan. Agenda yang berjudul “Mengintegrasi Memori September: UGM Dalam Pusaran ‘65” tersebut berlangsung pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.

Menjelang akhir pekan, tepatnya pada Kamis (1/10), rangkaian dilanjutkan dengan kegiatan lokakarya “Membuat Kolase dari Majalah Bekas” pada pukul 15.00 WIB hingga selesai. Agenda hari Kamis juga disusul dengan lakon teater berjudul “Teater Selasar: Masalah Buku Gambar” mulai pukul 18.00 WIB hingga usai. Sebagai penutup yang meriah, PKFU 2026 akan menggelar panggung musik “Friday Evening (FRIEVE)” pada hari Jumat (2/10) mulai pukul 17.45 hingga 22.00 WIB. Melalui refleksi atas sejarah masa lalu, mahasiswa secara aktif diajak untuk mengawal keadilan sosial, menolak lupa, dan memperjuangkan iklim masyarakat yang lebih berkeadilan dan damai di masa depan.