Yogyakarta, 15 Juni 2026—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperluas jangkauan akademik di tingkat internasional pada Senin (15/6) melalui kegiatan bertajuk “Kunjungan dan Diskusi Internasional dengan Indo-Pacific Research Centre (IPRC), Murdoch University, Australia”. Pertemuan penting ini diselenggarakan secara luring dan mengambil tempat di Ruang Sidang Dekanat BB 208, Gedung BB, FISIPOL UGM.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi kedua belah pihak untuk saling mengenal ekosistem riset masing-masing sekaligus merumuskan berbagai potensi kolaborasi, khususnya dalam merespons dinamika sosial-politik di kawasan Indo-Pasifik. Untuk memastikan diskusi berjalan secara komprehensif dan tepat sasaran, rangkaian acara pada hari tersebut dibagi menjadi dua sesi utama yang saling berkesinambungan.

Sesi pertama diawali dengan Welcoming Session yang dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan dekanat FISIPOL UGM, yaitu Prof. Poppy Sulistyaning Winanti selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, bersama dengan Fina Itriyati, Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni. Sementara itu, dari pihak Murdoch University, delegasi dipimpin oleh dua akademisi terkemuka, yakni Professor Jacqueline Lo yang menjabat sebagai Direktur IPRC, serta Professor Ian Wilson.
Pada sesi tersebut, Fina Itriyati, Ph.D. menyambut dengan baik pertemuan ini dan menekankan pentingnya pengembangan program kolaborasi secara konkret ke depannya.
“Kini kita bisa bertemu lagi untuk melanjutkan kerja sama, terutama terkait rencana baru untuk mengadakan pertukaran pengajar atau mobilitas tenaga pengajar. Menurut saya ini ide yang sangat bagus karena kita sudah melakukannya dalam program submobilitas lain di universitas lain dan hasilnya sangat baik,” ungkap Fina.
Lebih lanjut, Fina menyoroti rekam jejak kemitraan yang solid dan kedekatan geografis antara kedua institusi menjadi poin plus dalam kerja sama ini.
“Menurut saya, antara UGM dan Universitas Murdoch, kita sudah memiliki begitu banyak kerja sama, dan karena kita sangat dekat secara geografis, sehingga bisa merasakan suasana Australia dan juga atmosfer akademik yang berkualitas tinggi. Kita ingin memperluas kerja sama kita dengan Universitas Murdoch. Jadi, menurut saya, kita bisa pergi ke Murdoch untuk mengajar, mengikuti program mobilitas, atau melakukan diskusi, serta menyelesaikan naskah kita, dan kita bisa menikmati waktu tersebut. Saya pikir jika Anda bisa berbagi ruang kerja dan jaringan Anda, itu akan sangat bermanfaat bagi kami.” imbuhnya.
Setelah pembahasan pada ranah kelembagaan tersebut rampung, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi kedua berupa Matchmaking Session. Sesi lanjutan ini secara khusus dirancang untuk menjembatani langkah akademik para mahasiswa peminat studi lanjut ke jenjang Doktoral (S3). Melalui forum interaktif tersebut, para calon mahasiswa S3 mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berkonsultasi secara langsung dengan para calon supervisor dari Murdoch University.
Secara keseluruhan, rangkaian kunjungan dan diskusi internasional ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus mengeksplorasi secara mendalam berbagai peluang kerja sama strategis antara FISIPOL UGM dan IPRC Murdoch University. Lebih dari sekadar pertemuan formal, agenda ini diharapkan tidak hanya menjadi pijakan awal bagi lahirnya riset kolaboratif yang berdampak luas, tetapi juga secara aktif mampu memfasilitasi mahasiswa FISIPOL UGM dalam mempersiapkan perjalanan studi doktoral mereka di kancah global.