Yogyakarta, 20 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan University of Melbourne menyelenggarakan agenda tahunan Australia-Indonesia in Conversation (AIC) 2026 pada hari ini, Senin (20/7). Mengusung tema “Is AI the Game-Changer? Intelligence Unbound: Ethics, Power, and the Imagination of Life in the Digital Age”, rangkaian acara ini diawali dengan pelaksanaan Press Conference yang bertempat di Ruang Sidang Dekanat FISIPOL UGM.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Wawan Mas’udi dalam sambutannya menjelaskan hubungan kerjasama UGM dengan University of Melbourne sebagai dua perguruan tinggi terbaik di Global South terus memperluas bentuk kerjasama.
“AIC merupakan milestone dalam hubungan kerja sama UGM-University of Melbourne. Dialog antar ahli yang dikumpulkan setiap tahun, tidak dilakukan di satu tempat, tahun ini di Jogja lalu tahun depan di Melbourne. Topiknya bermacam macam mulai dari governing di era covid-19 dan untuk tahun ini fokus pada soal AI,” jelas Wawan.
Melalui dialog yang melibatkan akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi budaya dari kedua negara, AIC 2026 bertujuan untuk mendorong komitmen etis bersama demi membangun masa depan digital yang lebih tangguh, kreatif, dan berkeadilan. Sebagai informasi, AIC merupakan platform dialog lintas disiplin yang pertama kali digelar pada tahun 2021, mempertegas komitmen keberlanjutan kemitraan strategis antara FISIPOL UGM dan University of Melbourne yang telah terjalin kuat sejak 2013.