Yogyakarta, 5 Januari 2026─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Fisipol Mengajar: Program Relawan Rehabilitasi Pendidikan di Aceh pada Senin (5/1). Program Fisipol Mengajar ini merupakan inisiatif Fisipol UGM untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan pascabencana di Aceh. Program ini didukung penuh oleh universitas dan dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Sukma sebagai mitra strategis. Sebanyak 12 relawan mahasiswa Fisipol UGM akan diberangkatkan dan ditempatkan di dua wilayah berbeda, yakni wilayah Bireuen dan Pidie Jaya. Keduabelas mahasiswa tersebut akan melakukan kegiatan relawan selama 30 hari, terhitung mulai dari tanggal 10 Januari hingga 8 Februari 2026.
Program Fisipol Mengajar ini mendapat respons yang sangat positif dari mahasiswa Fisipol UGM. Tercatat lebih dari 90 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut. Setelah melalui proses seleksi berjenjang di tingkat program studi dan fakultas, terpilih 12 mahasiswa yang dinilai siap untuk terjun langsung ke lapangan.

Rangkaian seleksi dan persiapan relawan terbilang singkat. Dimulai dari pendaftaran yang dibuka pada 31 Desember 2025–1 Januari 2026, seleksi di tingkat prodi pada 1–2 Januari 2026, pengumuman hasil seleksi dan pembekalan awal pada 3 Januari 2026, pembekalan dan pelepasan di tingkat fakultas pada 5 Januari 2026, keberangkatan relawan pada 6 Januari 2026, pelatihan relawan pada 7–9 Januari 2026, hingga penerjunan ke lokasi pada 10 Januari 2026.
Selain berkontribusi pada pemulihan pendidikan, program ini juga menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Fisipol UGM untuk melakukan asesmen etnografis terhadap berbagai persoalan dan perubahan sosial di wilayah pascabencana. Hasil asesmen tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi fakultas dalam pengembangan riset ke depan, termasuk penguatan kegiatan akademik dan penelitian berbasis lapangan.
Sebagai penguatan pembekalan, Dr. Fina Itriyati menyampaikan materi mengenai teknik jotting sebagai bagian dari field note dalam kerja lapangan. Jotting merupakan teknik observasi dengan menggunakan catatan singkat atau quick notes yang bersifat intermediat. Catatan ini berfungsi sebagai data primer yang bersifat spontan dan merekam kondisi pada saat kejadian, sehingga dinilai lebih akurat dan jujur dalam menangkap realitas lapangan, serta menjadi bahan refleksi penting bagi relawan sepulang dari lokasi.
Menutup kegiatan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito memberikan semangat kepada para relawan untuk menjalani program dengan sepenuh hati, mempersiapkan diri secara matang, serta selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas, sehingga para relawan dapat menjalankan peran mereka dengan baik dan kembali dalam kondisi yang sehat dan baik.
Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi berharap kehadiran para relawan pendidikan ini dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Aceh yang tengah berada dalam tahap pemulihan. Ia juga menekankan pentingnya menghargai dan memahami budaya lokal sebagai fondasi utama dalam setiap bentuk kerja kemanusiaan dan pengabdian di lapangan.