Social Research Centre (SOREC) Fisipol UGM Gelar Panel Republik: Krisis, Transisi, dan Masa Depan Republik

Yogyakarta, 14 Agustus 2026─Memasuki delapan dekade pascakemerdekaan, Indonesia menghadapi gelombang perubahan besar di berbagai sektor strategis. Merespons dinamika tersebut, sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil menyelenggarakan diskusi bertajuk “Panel Republik: Krisis, Transisi, dan Masa Depan Republik” di Auditorium Lantai 4 Fisipol UGM pada Jumat (14/8). Acara yang digelar secara hibrida ini merupakan wujud usaha bersama antara Departemen Sosiologi Fisipol UGM, Laboratorium Indonesia 2045, Forum 2045, dan Nalar Institute.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Sesi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Francisia Saveria Sika Ery Seda, Ph.D. selaku keynote speaker. Melalui daring, ia menyampaikan, 

“Indonesia sedang berada di era polikrisis tata kelola governance polycrisis yang diakibatkan oleh faktor-faktor reorganisasi political settlement melalui konsolidasi oligarkis, kapasitas negara yang tidak merata, tekanan fiskal ekonomi, konflik distribusi sumber daya, dan melemahnya akuntabilitas demokratis sehingga terjadi krisis legitimasi yang berkelanjutan.“

Untuk membahas persoalan tersebut secara utuh, diskusi ini menjadikan buku Jam Pasir Indonesia: Menakar Masa Depan Indonesia dari Butir Kuasa dan Ketimpangan susunan Laboratorium Indonesia 2045 sebagai landasan acuan.

Sesi panel inti diisi oleh lima pembicara, yakni Kepala LAB 45 Jaleswari Pramodhawardani, M.Hum. membawakan pembahasan mengenai “Krisis Republik: Merumuskan Keadaan Indonesia Dewasa Ini”, dilanjutkan oleh Dosen Departemen Politik & Pemerintahan Fisipol UGM Prof. Dr. Amalinda Savirani, S.IP., M.A. dengan “Transisi Republik: Perubahan, Ketidakpastian, dan Pilihan Sejarah”, Dosen Departemen Sosiologi Fisipol UGM Dr. Andreas Budi Widyanta S.Sos., M.A. dengan “Membaca Kemungkinan, Menentukan Arah”, membicarakan “Kapasitas Republik: Prasyarat Menghadapi Masa Depan” dengan perwakilan Nalar Institute Dhivana Anarchia Ria Lay, serta terakhir perwakilan Serikat Mahasiswa UGM Bintang Mesa mengakhiri sesi panel dengan pokok bahasan “Masa Depan Republik: Agenda dan Usaha Bersama”.

Jalannya diskusi dipandu oleh dua moderator secara bergantian, yaitu Manajer Bidang Riset dan Kajian Forum 2045 Wahid Nur Kartiko dan Analis Ekonomi Politik LAB 45 Indah Lestari Saani. Penyelenggaraan Panel Republik ini diharapkan dapat menjadi rintisan awal bagi kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat sipil serta mengawal arah transisi kenegaraan Indonesia ke depan.