Arsip:

SDGs 4: Quality Education

Lulus dari FISIPOL UGM, Muhammad Irsyad Buktikan Semangat Belajar yang Tak Terhalang Keterbatasan

Yogyakarta, 29 Mei 2026─Momen wisuda selalu membawa kelegaan dan kebanggaan, tak terkecuali bagi Muhammad Irsyad. Pada Kamis (21/5) Irsyad secara resmi menjadi salah satu wisudawan Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM. Meskipun memiliki kondisi disabilitas netra tak menjadi penghalang dalam perjalanan meraih gelar sarjana yang memberinya banyak pelajaran bermakna. Mengawali kuliah di masa pandemi tentu memberikan tantangan adaptasi yang tidak mudah, namun Irsyad berhasil membuktikan bahwa situasi tersebut tak menyurutkan langkahnya untuk mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas.  read more

Tegas terhadap Kekerasan, Humanis dalam Pemulihan: DPP UGM Mengadakan Sosialisasi Penanganan Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental

Yogyakarta, 26 Mei 2026—Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (DPP UGM) mengadakan kegiatan sosialisasi penanganan kekerasan seksual dan kesehatan mental.

Acara ini digelar menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan di lingkungan akademik, termasuk aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut pemecatan dosen terduga pelaku kekerasan seksual.

Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, AAGN Ari Dwipayana, menekankan bahwa ruang untuk departemen bertindak tegas dalam menanggapi masalah kekerasan, tetapi juga membuka ruang yang luas untuk memulihkan dampak dari kekerasan tersebut. “Tidak ada toleransi untuk kekerasan, tetapi selalu ada ruang untuk pemulihan,” ujarnya. read more

Dari Kelas ke Ruang Publik: Mahasiswa IUP FISIPOL UGM Buktikan Diri Sebagai Agen Perubahan Melalui Kampanye Sosial

Yogyakarta, 26 Mei 2026—Sebagai bagian dari puncak evaluasi mata kuliah Social Campaign, mahasiswa IUP Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM mengadakan kampanye sosial. 

Acara yang berlangsung pada Senin (25/5) itu bertempat di area Sansiro, FISIPOL UGM. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk menerjemahkan materi perkuliahan ke dalam bentuk intervensi sosial di ruang publik.

Acara yang berlangsung satu hari itu bertujuan mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya peka terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga ikut aktif mencari jalan keluar menggunakan strategi komunikasi yang relevan.  read more

Paradoks Ketahanan Pangan: GAMAPI UGM Selenggarakan Public Conference Bersama Ahli

Yogyakarta, 23 Mei 2026—Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (GAMAPI UGM) menutup rangkaian acara Public Action dengan mengadakan Public Conference untuk membahas ketahanan pangan bersama para ahli. 

Isu ketahanan pangan menjadi topik penting untuk dibahas, terutama sejalan dengan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Kompleksitas yang mengelilingi ketahanan pangan memerlukan pemeriksaan yang mendalam, terutama ketika implementasinya melibatkan berbagai aktor dan kepentingan. Konferensi ini bertujuan untuk mengungkap kompleksitas tersebut dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan dan peluang dalam mencapai ketahanan pangan. read more

IIS UGM Gelar Research Toolkit Training #2, Bekali Mahasiswa Praktik Systematic Literature Review

Yogyakarta, 22 Mei 2026—Guna membekali mahasiswa dengan keterampilan riset tingkat lanjut, Institute of International Studies (IIS) UGM menyelenggarakan Research Toolkit Training #2 pada Jumat (22/05). Bertempat di Common Room DIHI, Gedung BC Lt. 5, pelatihan luring ini secara khusus mengupas tuntas metode Systematic Literature Review (SLR). Acara yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 16.00 WIB ini terbuka secara luas bagi mahasiswa S-1, S-2, maupun alumni Hubungan Internasional UGM.

Di tengah banjirnya literatur global, metode SLR diperkenalkan sebagai perangkat metodologis yang relevan untuk memetakan perkembangan ilmu pengetahuan (State-of-the-Art) secara objektif. Melalui sintesis data yang terstruktur dan dapat direplikasi, peserta diajarkan cara mengidentifikasi posisi riset mereka di antara ribuan publikasi ilmiah yang ada. read more

Dekan FISIPOL UGM Tekankan Tanggung Jawab Sosial di Balik Keistimewaan Gelar Sarjana Pada Wisuda Periode III Tahun 2026

Yogyakarta, 21 Mei 2026—Pada Wisuda Program Sarjana Periode III Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) secara resmi melepas sebanyak 168 wisudawan dan wisudawati. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat di selasar barat fakultas ini tidak hanya menjadi selebrasi akademik, tetapi juga momentum refleksi bagi para lulusan sebelum terjun langsung ke masyarakat.

Dekan FISIPOL UGM, Dr. Wawan Mas’udi, dalam sambutannya menyoroti isu krusial mengenai privilese pendidikan dan tanggung jawab sosial yang kini diemban oleh para lulusan. Beliau mengingatkan bahwa dari lebih dari 270 juta penduduk Indonesia, memiliki kesempatan untuk meraih gelar sarjana merupakan sebuah keistimewaan besar. read more

Prodi Magister Ilmu Hubungan Internasional UGM Gelar Open Day S-2 2026, Kenalkan Kurikulum Baru dan Beri Pengalaman Sit-In di Kelas

Yogyakarta, 21 Mei 2026─Program Studi Magister Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan acara Open Day S-2 pada Kamis (21/05). Berlangsung secara daring melalui platform Zoom, kegiatan ini dirancang khusus bagi para calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studi pascasarjana di lingkungan HI UGM.

Dalam Open Day tahun ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan mendalam mengenai program studi, kurikulum, dan tata cara pendaftaran, tetapi juga berkesempatan untuk merasakan pengalaman perkuliahan secara langsung melalui sesi sit-in kelas. read more

Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi Langsungkan Asesmen Akreditasi LAMSPAK

Yogyakarta, 18 Mei 2026─Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Gadjah Mada sedang melangsungkan asesmen lapangan akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) pada Senin (18/5) di Ruang Sidang Dekanat, Fisipol UGM.

Tim asesor LAMSPAK yang hadir dalam asesmen ini yaitu Prof. Dr. Suwandi Sumartias, M.Si dan Dr. Irwansyah, S.Sos., M.A. Kedua asesor melakukan serangkaian penilaian menyeluruh terhadap berbagai aspek dalam penyelenggaraan program studi, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, tata kelola, hingga luaran dan dampak terhadap masyarakat serta dunia akademik dalam komitmen Tridharma Perguruan Tinggi. read more

Terjemahkan Teori Ilmu Sosial Melalui Media Visual, SOREC FISIPOL UGM Luncurkan Proyek “SEKOCI”

Yogyakarta, 18 Mei 2026—Kerap kali, produksi pengetahuan dan diskursus ilmu sosial terutama sosiologi hanya bergaung secara eksklusif di ruang-ruang kelas, jurnal akademik, atau forum diskusi terbatas. Terkungkungnya ilmu pengetahuan di bawah atap menara gading ini membuat masyarakat luas kerap kesulitan mengakses dan memahami urgensi dari teori-teori sosial yang ada. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Social Research Centre (SOREC) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM resmi menghadirkan sebuah terobosan inovatif yang dinamakan “SEKOCI Project”. read more

Program Studi Magister DPP FISIPOL UGM Selenggarakan Kuliah Tamu Mengulik Kebebasan Beragama Sebagai Penakar Kapasitas Negara

Yogyakarta, 8 Mei 2026─Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM kembali mempertegas komitmennya dalam mengawal isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia. Melalui Program Studi Magister Ilmu Politik, DPP FISIPOL UGM menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Kebebasan Beragama sebagai Uji Kapasitas Negara dan Rule of Law” pada Jumat (8/5). Acara yang berlangsung di Lab. Big Data ini menghadirkan Dr. Hurriyah, akademisi Departeman Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), sebagai dosen tamu. Kuliah tamu ini merupakan bagian dari mata kuliah Institusi Politik dan Demokrasi yang diampu oleh Dr. Abdul Gaffar Karim. Dalam forum ini, diskursus mengenai Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) tidak hanya dipandang sebagai isu hak asasi manusia yang abstrak, melainkan instrumen empiris untuk membedah sejauh mana sebuah negara mampu menjalankan fungsinya secara demokratis dan adil. Dr. Hurriyah menekankan bahwa isu KBB adalah “laboratorium” nyata untuk menguji kualitas institusi politik. KBB ini menguji apakah negara mampu memberikan pengakuan dan perlindungan setara bagi seluruh warga negara tanpa kecuali. “Bagaimana negara mengelola kontestasi negosiasi ini memperlihatkan sejauh mana negara memiliki kapasitas mengatur dan memperlakukan rule of law, apakah sangat longgar lentur atau justru sangat legit,” ungkap Hurriyah.

Hurriyah turut membagikan temuan risetnya di Sumba mengenai masyarakat penghayat kepercayaan. Ia menceritakan bagaimana hambatan administratif berdampak domino pada pemenuhan hak dasar manusia. Banyak penghayat kesulitan mendapatkan buku nikah karena kepercayaan mereka tidak diakui secara resmi oleh sistem administrasi negara. Dampaknya, anak-anak mereka tidak memiliki akta kelahiran yang sah.
Tanpa akta kelahiran, anak-anak tersebut kesulitan mengakses pendidikan dasar. Syarat administrasi berupa kartu identitas yang mencantumkan kolom agama menjadi penghalang besar. Jika kolom agama tidak diisi, kepercayaan mereka dianggap tidak ada, yang berujung pada tidak keluarnya KTP. “Jadi tidak hanya agama dan kepercayaan mereka yang tidak diakui, tapi hak untuk mengakses pelayanan-pelayanan publik administratif tidak diakui sama sekali,” tegas Hurriyah. Fenomena ini menunjukkan bahwa tanpa pengakuan terhadap KBB, hak kewarganegaraan seseorang bisa hilang sepenuhnya.
Bagi FISIPOL UGM, penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi ruang strategis untuk mengajak mahasiswa pascasarjana berpikir kritis melampaui teks akademis. Dengan membedah kasus-kasus marginalisasi seperti di Sumba, mahasiswa didorong untuk melihat bahwa kapasitas negara diukur dari kemampuannya melindungi mereka yang paling rentan. Diskusi ini diharapkan dapat melahirkan perspektif baru dalam perumusan kebijakan publik yang lebih inklusif dan memperkuat pilar-pilar demokrasi di Indonesia. read more