Yogyakarta, 28 September 2026─Forum Selasar akan menggelar diskusi “September Hitam” di Sansiro Fisipol UGM. Kegiatan ini menempatkan perjuangan dalam keadilan demokrasi dan hak asasi manusia sebagai gagasan utama.
Forum Selasar menyebut September Hitam sebagai ruang untuk kembali mengingat berbagai peristiwa kelam yang pernah terjadi. Pengingatan itu diarahkan pada refleksi perjuangan dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Diskusi ini membuka ruang dialog, mendengarkan berbagai perspektif, dan membangun kesadaran bahwa ingatan bukan sekadar tentang masa lalu. Bagi Forum Selasar, ingatan menjadi dasar untuk menentukan sikap pada masa depan, termasuk dalam merawat perjuangan keadilan demokrasi dan HAM.
Materi presentasi “September Hitam-Jakarta Method-2026” yang disusun Evi Lina Sutrisno, selaku pemateri, menyoroti persoalan impunitas dalam pelanggaran HAM berat. “Tidak pernah ada pembuktian yang sahih atas kejahatan negara; dalang dan pelaku di balik kudeta semuanya bebas dari hukuman; tidak ada pertanggungjawaban negara kepada korban,” ujarnya.
Hal tersebut menegaskan bahwa perjuangan dalam keadilan demokrasi dan hak asasi manusia tidak berhenti pada pengungkapan sejarah. Forum Selasar menilai hal itu menjadi dasar untuk membuka ruang dialog, mendengarkan berbagai perspektif, dan membangun kesadaran kolektif.
September Hitam hadir sebagai ruang untuk kembali mengingat berbagai peristiwa kelam yang pernah terjadi, sekaligus merefleksikan perjuangan dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Forum Selasar mengajak partisipasi civitas academika dan menjadi bagian dari ruang diskusi September Hitam. Ajakan itu diletakkan dalam semangat merawat ingatan sebagai langkah menjaga nilai-nilai kemanusiaan, sejalan dengan perjuangan keadilan demokrasi dan hak asasi manusia.
Melalui diskusi ini, Forum Selasar menegaskan pentingnya perjuangan keadilan demokrasi dan HAM melalui dialog dan kesadaran kolektif. Selain itu, acara ini juga berkaitan erat dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Target ini mendorong pendidikan yang menumbuhkan budaya damai, hak asasi manusia, dan kewarganegaraan global. Pembelajaran sejarah yang kritis dan berorientasi pada HAM, seperti yang ditawarkan dalam forum diskusi ini, adalah kunci untuk mencegah terulangnya pelanggaran di masa depan. Dengan merawat ingatan dan membangun kesadaran kolektif, generasi muda tidak hanya belajar tentang masa lalu, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai untuk menjaga kemanusiaan dan mendorong terwujudnya keadilan demokrasi yang sejati.