Mahasiswa MKP Fisipol UGM Gagas Proyek “Step Up”, Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Behavioral Nudge

Yogyakarta, 30 September 2026─Tujuh mahasiswa program studi Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) Fisipol UGM menginisiasi proyek intervensi bertajuk “Step Up” di Gedung BA Fisipol UGM. Proyek yang merupakan bagian dari Living Labs mata kuliah Global Public Policy. Proyek yang diampu oleh dosen Prof. Dr. Gabriel Lele dan Dr. Erda Rindrasih dan digawangi oleh Haniftuz Zahro, Fatika Karunia Widodo, Aditya Wijaya Hendriansyah, Aisyah Aprilia Putri, Galuh Kingkin Nareswari, Riswan Setiawan, dan Reza Az Zahra Megawangi ini bermula dari fenomena mahasiswa yang lebih memilih menaiki lift dari lantai satu untuk menuju ruang perkuliahan di lantai dua (seperti BA 203 atau BA 205). Untuk menggali akar permasalahan tersebut, tim melakukan survei random sampling terhadap 84 sivitas akademika Fisipol pada rentang April hingga Mei 2026.

Hasil survei menemukan bahwa mayoritas mahasiswa cenderung otomatis menggunakan lift untuk berpindah naik 2-3 lantai dan turun 3-4 lantai. Salah satu alasan dominan yang ditemukan tak ingin berkeringat. Kondisi ini dinilai sejalan dengan temuan data sekunder global yang menunjukkan bahwa rata-rata langkah harian mahasiswa saat ini berada di bawah 3.000 langkah, masih jauh dari standar ideal WHO yakni 5.000 langkah per hari.

Menyikapi temuan tersebut, tim mahasiswa merancang intervensi berupa penempelan stiker informasi kalori di anak tangga Gedung BA Fisipol UGM, mulai dari lantai satu hingga lantai tiga. Selain itu, sebuah poster juga diletakkan di area tunggu lift lantai satu yang dinilai sebagai titik ‘moment of decision’ bagi pengguna.

Pendekatan behavioral nudge (dorongan perilaku) ini diadaptasi dari fasilitas serupa yang banyak diterapkan di sejumlah stasiun KRL untuk para komuter. Tujuan utama dari proyek “Step Up” ini bukanlah menghapus penggunaan lift secara keseluruhan, melainkan menggeser ambang batas kebiasaan penggunanya.

“Tujuan kami bukan menghapus penggunaan lift sama sekali, tetapi lebih menggeser ambang wajib penggunaan lift. Harapannya, dari yang tadinya orang otomatis pakai lift untuk jarak kurang dari dua lantai, dapat naik menjadi lebih dari atau sama dengan empat lantai,” jelas Fatika, salah satu perwakilan tim.

Proyek yang menyasar target perilaku mahasiswa dan tenaga kependidikan (tendik) ini telah mendapat dukungan perizinan dari Dekanat Fisipol UGM melalui Wakil Dekanat Bidang Infrastruktur. Dalam proses penyusunannya, tim menyadari bahwa intervensi ini sangat beririsan dengan inisiatif Kampus Sehat yang digalakkan oleh UGM Health Promoting University (HPU).

Melalui pelaksanaan intervensi dan observasi lapangan yang telah dirampungkan pada awal Juni lalu, proyek “Step Up” diharapkan mampu memantik kesadaran publik di lingkungan fakultas untuk tidak sekadar mengandalkan fasilitas instan, melainkan mulai mengintegrasikan aktivitas fisik ringan sebagai bagian dari produktivitas harian.