Peringati 70 Tahun Hubungan Sejarah Mongolia dan Indonesia, Fisipol UGM Gelar Ambassadorial Lecture bersama Duta Besar

Yogyakarta, 16 Oktober 2026─Membersamai momentum 70 tahun hubungan sejarah Indonesia dan Mongolia,  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, H.E. Amb. Enkhtaivan Dashnyam, dalam Ambassadorial Lecture bertajuk “Mongolia and Indonesia: 70 Years of Historic Relations and New Opportunities” di Ruang Auditorium Fisipol UGM pada Jumat (16/10). Adapun, kunjungan kali ini merupakan yang pertama bagi Kedutaan Besar Mongolia di Jakarta.

Dekan Fisipol UGM, Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele dalam sambutannya, memaknai kunjungan ini sebagai kesempatan untuk lebih mengenal Mongolia, terutama bagi generasi muda. “Melalui kunjungan ini, semoga rekan-rekan muda mahasiswa dapat lebih mengenal Mongolia, dengan harapan di masa mendatang dapat menjadi aktor yang turut berkontribusi dalam mengembangkan kolaborasi yang lebih dalam antara Indonesia dan Mongolia,” ujarnya.

Mongolia merupakan negara yang terletak di Asia Timur, terjepit di antara Rusia dan China dengan tingkat populasi terbesar ke-18 dunia yakni 3,5 juta penduduk. H.E. Amb. Enkhtaivan Dashnyam menyebutkan, hubungan sejarah antara Mongolia dan Indonesia telah bahkan dimulai sejak abad ke-13. “Keterkaitan sejarah antara Mongolia dan Indonesia berawal dari ekspedisi Dinasti Yuan ke Pulau Jawa pada tahun 1293. Ekspedisi ini menjadi saling terkait dengan perkembangan politik di Kerajaan Singasari, Kerajaan Kediri dan Majapahit pada masa itu,” paparnya.

Ia juga menggarisbawahi paparannya tentang sejarah hubungan diplomatik antara Mongolia dan Indonesia, yang bermula sejak Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.

“Presiden Sukarno pertama kali melakukan inisiasi politik dengan Mongolia pada bulan September 1956. Inisiasi politik inilah yang pertama kali membangun relasi antara Mongolia dan Indonesia, hingga hubungan diplomatik kedua negara ini akhirnya diresmikan pada 21 Desember 1956,” jelasnya.

Sejak peresmiannya pada tahun 1956, Indonesia dan Mongolia telah berkolaborasi dalam berbagai aspek. Adapun, momentum 70 tahun hubungan diplomatik ini diharapkan akan terus menguatkan komitmen kedua negara untuk terus berkolaborasi dan membawa manfaat konkret bagi masyarakat.

Kuliah umum ini juga menghadirkan Dr. Rochdi M. Nazzala, dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional, dan Dr. Muhammad Rum sebagai moderator.