Pos oleh :

fisipol

Maskulinitas Beracun

Pada hari Sabtu, yakni tanggal 27 Maret 2021, Sintesa Diskusi Berat atau yang familiar disebut Sindikat kembali digelar oleh Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa (LPPM) Sintesa Fisipol dengan mengangkat isu seputar Maskulinitas Beracun (Toxic Masculinity). Tiga pemateri yang terdiri atas Anindya Restuviani (Program Director Lintas Feminis Jakarta dan Co-Founder Hollaback Jakarta), Nur Hasyim, M.A. (Dosen Fisip UIN Walisongo Semarang dan Co-Founder Aliansi Laki-laki Baru), serta Ulya Niami Efrina J. (Akademisi Fisipol UGM). Sesi diskusi yang berjalan dengan menghabiskan waktu kurang lebih sekitar dua jam ini banyak membedah serba-serbi maskulinitas beracun dengan beberapa catatan komprehensif dari pemateri, yang diantaranya sebagai berikut: read more

Peresmian Journal of Social Development Studies oleh Departemen PSdK

Yogyakarta, 26 Maret 2021—Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM mengadakan peluncuran Journal of Social Development Studies pada Jumat (26/03). Peluncuran jurnal dilakukan secara daring melalui Zoom dan dapat disaksikan di kanal Youtube PSdK FISIPOL UGM. Sebagai simbol peresmian jurnal dilakukan pemotongan tumpeng oleh Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si., Ketua Departemen PSdK. Peluncuran jurnal dipandu oleh Kafa Abdallah Kafaa, S.Sos., M.A., editor JSDS dan dosen PSdK. Dalam peluncuran jurnal ini juga dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan para penulis artikel jurnal.Pemotongan tumpeng secara simbolik dilakukan Krisdyatmiko kepada Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D, selaku Editor in Chief JSDS. Dalam sambutan singkatnya, Krisdyatmiko mengungkapkan prosesi pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Nurhadi merupakan bentuk simbolik untuk terus mengawal jurnal ini dari awal hingga dilanjutkan pada pengelola jurnal berikutnya. Nurhadi mewakili editor JSDS menerima simbol tumpeng sebagai amanah untuk menjadikan JSDS semakin berkembang dalam mengawal produksi pengetahuan di PSdK.

Dalam sambutan umumnya, Krisdyatmiko menyebutkan peluncuran jurnal JSDS ini merupakan bentuk pengawalan gagasan para pendiri Departemen untuk selalu berpihak pada masyarakat yang marjinal. Krisdyatmiko mengakui peluncuran jurnal ini merupakan salah satu cita-cita Departemen yang diharapkan tidak hanya memberi kajian tetapi juga praktek-praktek dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui agenda-agenda pembangunan sosial. Pada akhir sambutannya Krisdyatmiko mengajak para hadirin untuk mengirim artikel pada JSDS. “Mari meramaikan jurnal ini dengan mengirim berbagai artikel yang nanti akan diseleksi dan dipublikasikan untuk terbit di JSDS”, imbuhnya.  read more

Staf Kominfo Sebut Perlunya Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Internet di Indonesia

Yogyakarta, 18 Maret 2021—Social Development Talks (SoDeT) mengadakan diskusi bertajuk “Peta Jalan Transformasi dan Inklusi Digital Indonesia”, pada Kamis (18/03). SoDeT yang merupakan bagian dari Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL ini, melaksanakan diskusi daring melalui Zoom. Diskusi menghadirkan Dr. Dedy Permadi, dosen Hubungan Internasional FISIPOL UGM dan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia sebagai pembicara. Moderator dalam diskusi kali ini adalah Zita Wahyu Larasati, S.Sos., M.A., dosen PSdK FISIPOL UGM. read more

Diskusi “Women’s Struggle in Misogynistic Society” alam Ruang Aman Eunoia

Yogyakarta, 14 Maret 2021—Dewan Mahasiswa FISIPOL UGM menyelenggarakan ruang diskusi aman untuk bertukar pikiran mengenai isu-isu yang terdapat di masyarakat bernama Eunoia. Masih dalam momentum Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu, dalam pertemuan pertama Eunoia ini, Dema FISIPOL UGM mengundang Julia Opki selaku Koordinator Umum Aksi IWD 2021 Yogyakarta dan Presidium Serikat Pembebasan Perempuan (SIEMPRE) untuk membahas berbagai permasalahan perempuan dan isu-isu gender lain yang lahir dari pola pikir misoginis di masyarakat.Dalam sesi pengantar diskusi, Julia memaparkan bahwa pola pikir misoginis di masyarakat dapat dengan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari, terlihat dari perlakuan-perlakuan di suatu lingkungan. Tidak hanya itu, pola pikir misoginis ini juga tercermin dalam kurangnya ruang diskusi yang mendengarkan suara-suara perempuan, serta aturan-aturan dan norma sosial yang secara khusus dilekatkan pada perempuan.Untuk memahami pengaruh pola pikir misoginis terhadap perempuan dan minoritas gender lainnya, Julia mengawali pembahasannya dengan menjelaskan sejarah singkat kemunculan budaya misoginis. Awalnya, pola pikir misoginis lahir dari konstruksi-konstruksi sosial atas perempuan yang mengakar dan menjadi budaya ‘legal’ di masyarakat, sehingga menimbulkan subordinasi, objektifikasi, marginalisasi, hingga feminisasi kemiskinan. Namun, selain misoginis itu sendiri, Julia menyatakan bahwa konstruksi sosial memiliki dampak lain yang lebih luas, yaitu seksisme—perlakuan dan pandangan diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, identitas dan ekspresi gender, serta orientasi seksual tertentu.

Tidak hanya itu, Julia juga membicarakan tentang bagaimana pandemi COVID-19 memperparah kondisi perempuan di Indonesia dalam diskusi yang bertajuk “Women’s Struggle in Misogynistic Society” ini. Segala permasalahan yang dihadapi perempuan kemudian dinaikkan dan disuarakan dalam tuntutan peringatan Hari Perempuan Internasional. Sejak awal Hari Perempuan Internasional diperingati, hingga saat ini, tuntutan yang dibawakan selalu membawa satu suara yang sama, yaitu mewujudkan kesetaraan di berbagai aspek. Meski begitu, tuntutan-tuntutan ini juga selalu disesuaikan lagi dengan konteks tempat dan waktu peringatan Hari Perempuan Internasional. read more

Perlunya Kesiapan dalam Menghadapi Digital Workplace

Yogyakarta, 13 Maret 2021—Keluarga Alumni FISIPOL Universitas Gadjah Mada Angkatan ’88 (KAFGAMA 88) mengadakan webinar pada Sabtu (13-03). Webinar kali ini bertajuk “Reshaping Employee, Menjawab Tantangan Lapangan Pekerjaan”. Webinar dibuka oleh sambutan Prof. Dr. Erwan A. Purwanto, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Webinar kemudian dilanjutkan oleh Anwar Sanusi, Ph.D, Sekjen Kementerian Tenaga Kerja RI serta Wakil Ketua Umum II PP Kagama sebagai keynote speech. Webinar juga menghadirkan dua narasumber yaitu Drs. Anung Anindita, MA., SVP Human Resources PT. Pegadaian dan Drs. Sudarsono, MM., mantan Pemimpin Redaksi Koran Tempo. Moderator dalam webinar ini adalah Surria Dwi Wahyu, S.Sos., pemilik Quantum Inspirasi Personal Development Center. read more

Rakyan Sekar Kinanthi, Mahasiswa Fisipol UGM Raih Prestasi dalam Ajang Asian English Olympics 2021

Yogyakarta, 13 Maret 2021 – Rakyan Sekar Kinanthi, mahaiswa PSdK Fisipol UGM angkatan 2018 berhasil meraih prestasi pada Asian English Olympics (AEO) 2021 yaitu 6th Main Best Speaker. Ajang tersebut ia ikuti bersama rekannya, Matthew Pungga Cornelius Nathanael Gulton, mahasiswa fakultas Teknik yang meraih 8th Main Best Speaker. AEO yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Nusantara ini merupakan lomba debat parlementer dengan sistem British Parliamentary. Dengan diikuti oleh 94 tim dari berbagai universitas di Asia, termasuk diantaranya berasal dari Korea Selatan, Cina, Jepang, Vietnam, Filipina, serta Malaysia. read more

Pembukaan Festival 8×3: Gerak Bising dalam Ruang Hening

Yogyakarta, 8 Maret 2021Dalam rangka menyoroti tantangan dan strategi subjek kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19, Youth Studies Center atau YouSure FISIPOL UGM mengadakan penelitian kolaboratif antara akademisi dengan pekerja kreatif. Hasil dari penelitian yang bekerja sama dengan Faculty of Arts, University of Melbourne ini dituangkan dalam sebuah festival seni daring bertajuk “Festival 8×3: Gerak Bising dalam Ruang Hening”. Melalui platform Zoom Meeting dan ditayangkan langsung di kanal Youtube FISIPOL UGM, pembukaan dari festival seni daring ini diselenggarakan dengan mengundang langsung Dr. Oki Rahadianto Sutopo, Gregorius ragil Wibawanto M.A., dan Dr. Novi Kurnia selaku peneliti dari YouSure FISIPOL UGM. Turut bergabung juga secara daring peneliti dari University of Melbourne, Dr. Annisa R. Beta dan Dr. Ariane Utomo. 

Sebelum menyaksikan video luaran penelitian, pembawa acara mengajak para peneliti untuk berbagi terlebih dahulu mengenai dorongan awal lahirnya penelitian ini. Tidak lupa, pembawa acara juga menanyakan harapan para peneliti atas adanya penelitian kolaboratif semacam ini. Novi mengungkapkan bahwa ide untuk menyelenggarakan penelitian kolaboratif ini tercetus atas kesadaran bahwa seluruh pekerjaan terkena dampak dari pandemi. Dari situlah, lahir rasa solidaritas dan empati untuk berkolaborasi menciptakan sebuah penelitian bersama yang menyoroti strategi para pekerja kreatif di Yogyakarta dalam menghadapi tantangan masa pandemi COVID-19. Oki, selaku salah satu peneliti yang terlibat, berharap bahwa inisiasi kolaboratif tanpa batas antara akademisi dan pekerja kreatif semacam ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang dengan bentuk kerja sama yang lebih produktif untuk menghadapi pandemi COVID-19. read more

Digitalk #46 CfDS: Catch Me Up! Memudahkan Konsumsi Berita sekaligus Meningkatkan Literasi

Yogyakarta, 5 Maret 2021—Center for Digital Society (CfDS) UGM menyelenggarakan 90◦ Digitalk #46 bersama Haifa Inayah, CEO Catch Me Up!, selaku pembicara (05/03). Catch Me Up! merupakan platform news curator pertama di Indonesia yang merangkum berita dan mengirimkannya secara personal melalui surel (e-mail) para pelanggan (subscriber).

“Aku menyadari kalau tidak semua orang punya waktu untuk mencari berita. Banyak anak muda dan milenial yang penasaran dengan peristiwa terbaru tetapi terlalu sibuk untuk mengecek berbagai sumber yang bisa diakses,” kata Haifa. Catch Me Up! membantu para pelanggannya untuk mendapatkan informasi dari sumber-sumber terpercaya secara cepat dan lebih mudah, yaitu cukup dengan mengecek surel. read more

Sharing Beasiswa: Menembus Studi Lanjut di Belanda

=&0=&Career Development Center (CDC) Fisipol UGM kembali menyelenggarakan diskusi sharing beasiswa dengan tema, Menembus Studi Lanjut di Belanda (Studeren in Nederland). Pada kesempatan kali ini, Latifah Helmy Masyhur Awardee Studeren in Nederland dari Universitas Twente hadir sebagai narasumber. Acara ini diselenggarakan secara daring pada tanggal 5 Maret 2021.Mengawali sesi sharing, Narasumber menceritakan beberapa pengalaman studi di Belanda. Sebelumnya, Ia sendiri memang sudah memiliki rencana untuk melanjutkan studi Master di Belanda. Menurut Latifah, Belanda memiliki lingkungan edukasi maupun budaya yang menarik. Di Belanda, sudah terdapat banyak program studi internasional yang dapat di apply bagi para pelajar atau mahasiswa. Selain itu, mayoritas program master di Belanda juga sudah menggunakan Bahasa Inggris, sehingga dapat diikuti dengan mudah bagi pelajar internasional. Sedangkan dari sisi lingkungan budaya, Belanda menempati posisi pertama dari English Proficiency Index. Dengan angka 95 persen, mayoritas warga negara Belanda mampu berbahasa inggris dengan lancar, sehingga keseharian di Belanda juga tidak akan sulit bagi mahasiswa internasional.

Menembus studi di Belanda memang bukanlah sesuatu yang mudah. Oleh karena itu, Narasumber memberikan beberapa tips dan langkah-langkah penting bagi para pemburu beasiswa. Tips yang pertama adalah StudyFinder. Pada sesi ini, kita perlu melihat program apa saja yang ada di Belanda, dan kampus mana saja yang memiliki program tersebut. Untuk memperoleh informasi tersebut, kita dapat mencarinya melalui situs studyfinder yaitu www.studyfinder.nl . Langkah kedua, kita perlu mencari informasi terkait persyaratan dan cara untuk apply application di university website. Selanjutnya, kita perlu melengkapi dokumen, dan jika sudah lengkap segera submit application agar memperoleh LOA dari universitas tujuan. Biasanya, proses penerimaan untuk memperoleh LOA sendiri memerlukan waktu sekitar 4-6 bulan, LOA ini juga menjadi syarat utama untuk selanjutnya melamar beasiswa. read more