Pos oleh :

fisipol

Difussion #47: Etika Bermedia Sosial Warganet Indonesia

Yogyakarta, 16 April 2021 — Center for Digital Society menggandeng DEMA FISHUM UIN Sunan Kalijaga dalam menyelenggarakan program Difussion #47 pada Jumat sore (16/4). Acara bertajuk “Jebloknya Netiquette Indonesia: Salah Netizen atau Kebijakan?” menghadirkan dua pembicara, yaitu Ndoro Kakung (Praktisi Sosial Media) dan Fajar Cahyono (Research Associate CfDS). Dimoderatori oleh Fununun Nisha, acara berlangsung melalui Zoom Meeting dan Youtube Live.Digital Future Discussion kali ini membahas mengenai buruknya etika warganet di internet. Hasil riset Microsoft menyatakan tingkat digital civility warganet Indonesia turun sebanyak 8 poin ke angka 76 dibandingkan tahun lalu dan menempatkan Indonesia pada posisi terbawah di Asia Tenggara. Riset ini dilakukan pada 32 negara dengan lebih dari 16.000 responden. Dalam hal ini, etika warganet Indonesia dalam bermedia sosial sangat dipertanyakan.“Secara tidak langsung kita sebagai netizen atau warganet Indonesia adalah orang yang paling nggak sopan di Asia Tenggara,” ungkap Fajar Cahyono. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan posisi Indonesia turun dibanding tahun lalu. Di antaranya adalah tingkat hoax dan penipuan naik 13 poin ke angka 47%, ujaran kebencian naik 5 poin menjadi 27%, dan diskriminasi turun 2 poin menjadi 13%. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan mengingat masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahan dan sopan santunnya yang baik. Namun, hal tersebut berbanding terbalik ketika di dunia digital, warganet cenderung tidak mempresentasikan budaya Indonesia. Sering kali kita melihat warganet Indonesia melakukan tindakan agresif dan berbicara tidak sepantasnya di media sosial. Sebagai contoh, beberapa akun media sosial yang diserang warganet Indonesia, yaitu Dayana, aktris Korea Han So Hee, GothamChess, dsb.

Merespon hal tersebut, Fajar Cahyono menyarankan untuk tidak menangkap secara parsial riset yang dikeluarkan oleh Microsoft. Apalagi jika kita memahami riset tersebut secara utuh, metodologi yang digunakan adalah non probability sampling yang mana hanya berlaku pada orang yang disurvei dan tidak dapat digeneralisasi. Dengan demikian, diperlukan riset lanjutan untuk memperkuat hasil.

“Harapannya kita tidak terlalu responsif dan tidak mengafirmasi secara berlebihan apa yang dikatakan Microsoft karena memang dari metodologi tidak bisa digeneralisasi,” kata Fajar Cahyono. Fajar juga menyampaikan bahwa sebenarnya sudah ada aturan normatif dalam bentuk UU ITE, namun tidak ada yang mengatur secara spesifik berkaitan dengan arahan untuk literasi digital dimana seharusnya ini dijadikan program nasional. Tantangan literasi digital bukan saja kemampuan pengguna tetapi juga terkandung roadmap literasi digital Indonesia. Ndoro Kakung menyampaikan ada empat hal yang harus dipahami sebagai literasi digital. Di antaranya; kecakapan bermedia sosial, mengetahui budaya bermedia sosial, memahami etika digital, dan memiliki pengetahuan tentang keamanan digital. read more

Why Social Start Up and 3 Ways to Make Your Great Social Impact

Yogyakarta, 16 April 2021 – Creative Hub  (C-HUB) Fisipol UGM menyelenggarakan acara diskusi daring melalui live Instagram dengan tajuk Why Social Start Up and 3 Ways to Make Your Great Social Impact. Acara ini berlangsung dari pukul 16.00-17.00 WIB dengan menghadirkan Narasumber Matahari Farransahat, S.E., M. HEP selaku Program Manager Creative Hub dan moderator Ramadhanti Firmaningsih, S.IP selaku Knowledge Manager Creative Hub Fisipol UGM. Acara yang diikuti sekitar 20 peserta diskusi ini secara garis besar membahas mengenai kiat-kiat dalam membangun Startup yang dapat memberikan dampak sosial bagi masyarakat.Mengawali sesi diskusi, Moderator menyampaikan sedikit intermezzo mengenai C-Hub Fisipol UGM sebagai ekosistem belajar tentang Startup, dunia digital, dan juga mengenai kewirausahaan sosial. Dalam berbagai kesempatan, C-Hub memfasilitasi berbagai kegiatan pembinaan dan pitching bagi berbagai kalangan untuk mengembangkan Startup yang memiliki impact sosial.

Masuk ke sesi sharing, Moderator menyampaikan latar belakang mengenai program pitching yang ada di Fisipol UGM. Dalam penuturannya, Ia mengungkapkan bahwa secara kapasitas generasi muda saat ini memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik. Hal ini dapat ditemui dari berbagai fenomena dimana anak muda seringkali bekerja di lingkungan yang tidak cukup in line dengan bidang studi mereka di bangku kuliah. Sedangkan dari sisi latar belakang fakultas, Dekan Fisipol UGM melihat bahwa terdapat banyak pelaku startup yang terlalu profit oriented, padahal sebenarnya jika ingin sustain salah satu hal yang perlu dilihat adalah soal masalah, dan masalah sosial merupakan salah satu hal yang cukup terkemuka. Karenanya Fisipol mengambil andil untuk turut memfasilitasi pengembangan inovasi Social Start Up. read more

Serial Diskusi Daniel Dhakidae #3 : Media, Modal, dan Demokrasi

=&0=& – Fisipol UGM mengadakan Serial Diskusi Pemikiran Daniel Dhakidae untuk mengenang salah satu tokoh nasional sekaligus alumni Fisipol UGM yaitu Daniel Dhakidae. Serial ini terdiri dari tiga sesi diskusi, salah satunya membahas tentang Media, Modal, dan Demokrasi pada Rabu (14/06) pukul 15.30-17.30 melalui Zoom Meeting. Diskusi ini membahas pemikiran mendiang Daniel Dhakidae tentang bagaimana memahami jurnalisme dan industri berita dengan terlebih dahulu memahami negara dan kapital yang tertuang dalam The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism, Political Economy of Indonesian News Industry yang mendapat penghargaan The Lauriston Sharp Prize dari Southeast Asian Program Cornell University. Diskusi ini diisi oleh Kuskridho Ambardi, MA, Ph.D. selaku dosen Fisipol UGM, Evi Mariani selaku jurnalis, dan Harry Wibowo yang merupakan executive editor Jurnal Sosial dan Ekonomi Prisma. Menurut Evi Mariani selaku pembicara kedua, tulisan-tulisan Daniel Dhakidae menginspirasinya dalam berpikir tentang kebebasan jurnalisme dan pers, yang di baliknya didukung oleh kendali ekonomi dan politik. Dalam sesinya Evi mengatakan bahwa, “Jurnalis ingin independen, tetapi dikendalikan oleh ekonomi dan politik di baliknya, entah orde lama, orde baru, hingga reformasi. Selalu ada cara untuk mengendalikan jurnalis melalui modal”. Evi juga membahas tentang sifat partisan dari jurnalisme profesional.

Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan oleh Harry Wibowo selaku executive editor Jurnal Sosial dan Ekonomi Prisma. Daniel Dhakidae sendiri merupakan Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Umum Jurnal Prisma. Dalam sesinya, Harry membahas tentang tulisan editorial di jurnal Prisma yang ditulis oleh Daniel Dhakidae yang banyak membahas tentang demokrasi. Harry bercerita bahwa Daniel Dhakidae aktif di pers mahasiswa ketika kuliah. “Mereka tidak terjun ke jurnalisme atau menjadi dosen, tetapi menghidupkan majalah berisi jurnal-jurnal ilmiah seperti Prisma,” tutur Harry. Acara ini dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube Fisipol UGM. (/tr) read more

FISIPOL UGM ASEAN+1 Scholarship (FIAS) 2021 Intake 2

FISIPOL UGM ASEAN+1 Scholarship (FIAS) 2021 is a fully-funded scholarship offered by the Faculty of Social and Political Sciences (FISIPOL) at Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia. This program is offered to high school graduates across ASEAN countries (excluding Indonesia) and Timor Leste who wish to broaden their knowledge in social and political sciences under the International Undergraduate Program (IUP) in FISIPOL UGM. Six scholarships are available for eligible students in three departments, namely; read more

FGD Penyusunan RUU Kesejahteraan Sosial oleh Komite III DPD RI dan Departemen PSdK Fisipol UGM

Yogyakarta, 12 April 2021─Perlindungan sosial adalah hak setiap warga negara sehingga jaminan akan kesejahteraan sosial perlu diatur secara lengkap dalam sebuah undang-undang. Untuk itu, Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM bersama Komite III DPD RI menyelenggarakan diskusi untuk merevisi UU No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.

Focus group discussion untuk menyusun Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Sosial diselenggarakan di Ruang Seminar Timur Fisipol UGM (12/04) dengan diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, staf ahli DPD RI, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, hingga perwakilan lembaga swadaya masyarakat. read more

Penutupan dan Rangkaian Ajisaka 2020+

Yogyakarta, 10 April 2021—Festival Ajisaka 2020+ yang diadakan oleh mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM resmi ditutup pada Sabtu (10-4). Penutupan Ajisaka dapat disaksikan secara daring melalui kanal Youtube Ajisaka, sedangkan informasi umum dapat diakses melalui Website dan Instagram. Tema yang diangkat Ajisaka kali ini adalah Disaster Risk Reduction yang bertajuk “Biwara Bumandhala: Berita Baik untuk Bumi”.

Kepada Media FISIPOL, Maria Alesadya Bentya, Ketua Pelaksana Ajisaka 2020+ menuturkan rangkaian acara sudah dimulai sejak April 2020. Dimulai dari Selaksa Aksi Lawan Pandemi yang merupakan kampanye digital untuk memberikan informasi umum mengenai pandemi Covid-19, utamanya dari perspektif komunikasi. Kemudian di bulan Desember Ajisaka mengadakan Creative Market: Pasaraya, yaitu sebuah pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara daring yang bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM lokal agar mampu bangkit dari situasi ekonomi pasca pandemi. “Total ada 25 UMKM yang berkolaborasi dengan Ajisaka, untuk katalognya bisa dicek di Website”, tutur mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi angkatan 2018 ini. read more

Implementasi Protokol Kesehatan pada Era Kenormalan Baru di FISIPOL UGM

Yogyakarta, 10 April 2021 – Wellness Center FISIPOL UGM bekerja sama dengan Health Promoting University UGM mengadakan Virtual Webinar Series #2 dengan tajuk “Kerja Cerdas dan Sehat di Era Pandemi” pada Jumat, 9 April 2021. Webinar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni drh. Berty Murtiningsih, M.Kes (Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY), Dr. dr. Rustamadji, M.Kes (Dosen FKKMK UGM), dan Nurhadi Nurhadi, S.Sos., M.Si. Ph.D (Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumberdaya Manusia FISIPOL). Dipandu oleh Sri Purnamaningsih (Koordinator Wellness Center FISIPOL UGM), webinar ini membahas implementasi 3T, 5M, dan vaksinasi di era new normal. read more

British Academy Writing Workshops 2021

Calling early-career researchers in Indonesia and Thailand conducting research around ‘Social Welfare’. We are seeking early career academics to participate in a series of ‘writing for publication’ Workshops and to be supported in submitting a paper for publication in a leading academic journal.The Workshops aim to encourage regional voices in academic writing and publications and broaden academic and research networks available to Indonesian and Thai social welfare scholars.

The project, funded by The British Academy, consists of online activities, ongoing support and a final Indonesian and Thai wrap-up workshop. Activities run May 2021 to March 2022:

  • A series of online sessions on grant writing; publication and career development;
  • Planning and preparation for writing journal papers;
  • Online mentoring and support for individual participants with established researchers to guide them through writing and submission;
  • Subject to international health guidelines, each participant attends a 2-day workshop in their home country (Bangkok or Yogyakarta) to enhance networks and capacity building for the wider Southeast Asia region with further attendees drawn nationally and across South Asia.

Do you meet the following criteria?

  • Early Career Researcher, within first five years of starting an academic career (PhD award or appointment to academic post) accounting for career breaks (e.g. maternity/paternity leave).
  • Level of writing English that meets the submission criteria of partner journals. For information on author guidelines see Asia Pacific Journal of Social Work and Development; Journal of Comparative and International Social Policy; Social Policy & Society
  • Ambition to be published in academic journals or to submit a successful funding application.

We strongly encourage expressions of interest from women, disabled, minorities and candidates that are geographically dispersed (i.e. outside Bangkok and Yogyakarta). Foreign South-East Asian nationals who are members of a University/Research Organisation in Indonesia and Thailand are also welcome to apply. read more

Webinar Karir CDC: How to Build Personal Branding with Linkedin

=&0=&Career Development Center FISIPOL UGM menyelenggarakan Webinar Karir “How to Build Personal Branding with Linkedin” pada Selasa siang (6/2/2021). Pada kesempatan ini, CDC menghadirkan narasumber Florensia Wiyono Daryanto, Founder & CEO Bright Internships. Acara berlangsung via Zoom Meeting pada pukul 13.00-15.00 WIB. Alfira Nuraifa dari CDC FISIPOL UGM memandu jalannya acara sebagai moderator.Webinar diawali dengan pengenalan personal branding. Florensia menjelaskan bahwa personal branding adalah persepsi, reputasi, citra diri, marketing, dan story tentang seseorang. Sederhananya, “The story that’s told about you when you’re not in the room”. Ada beberapa channel dari personal branding, yakni social media platform, personal blog or website, interviews or media coverage, networking, dan partnership/collaborationFlorensia mengungkapkan, “personal branding is more than an online presence, but it’s the way how you act daily.” Personal branding dapat terbentuk melalui aktivitas keseharian kita, seperti mengikuti organisasi, komunitas, leadership experience, partnership, kerja part-time, dan apapun yang melibatkan pertemuan dengan banyak orang.

Membangun citra personal branding tentu sangat penting, terutama dalam hal karir. Karena ketika kita memiliki personal branding yang kuat, kita akan lebih dilirik oleh perusahaan atau instansi tempat kita apply kerja. Personal branding dapat membangun kepercayaan, kredibilitas, memperluas jaringan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membantu kita untuk stand out. Menurut Florensia, personal branding yang kuat dibentuk sesuai tujuan kita, bukan karena ingin seperti orang lain karena setiap orang memiliki keunikan yang berbeda. Florensia menambahkan, personal branding harus fokus pada satu titik, karena ketika seseorang memiliki persepsi/image yang beragam, maka sulit untuk terlihat stand out read more