Yogyakarta, 14 November 2019—“Ini (ROARGAMA 4.0) bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Ia adalah bentuk statement kebudayaan dan politik Nusantara yang menggambarkan bahwa potensi kreatif berbasis lokal bisa memberi sumbangan berharga bagi peradaban musikal di dunia kreatif global,” jelas Prof. Erwan Agus Purwanto, Dekan FISIPOL UGM pada konferensi pers ROARGAMA 4.0 Kamis, 14 November lalu.
ROARGAMA sendiri merupakan singkatan dari Rhapsody of The Archipelago – Gamelan. Sedangkan angka 4.0 yang berada di belakang singkatan tersebut merujuk pada keberadaan tren otomasi dan pertukaran data terkini pada teknologi di era sekarang. Singkatnya, ROARGAMA 4.0 adalah pertunjukan musik yang mengombinasikan instrumen musik tradisional (gamelan) dan modern dalam satu panggung.