Yogyakarta, 1 Oktober 2026─Career Development Center (CDC) Fisipol UGM menyelenggarakan “Animal Career Day 2026” di Ruang Seminar Timur, Fisipol UGM pada Kamis (1/10). Acara ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat umum yang tertarik untuk membangun karier berdampak di bidang advokasi hewan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi ekspo dan jejaring yang menghadirkan sejumlah Non-Governmental Organization (NGO), yakni Animal Friends Jogja (AFJ), 21 Hari Vegan, Across Species Project Indonesia (ASPI), Welfare Matters, Animals Don’t Speak Human, dan Sinergia Animal. Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar utama mengenai pengantar advokasi hewan yang efektif oleh Dhiani Probhosiwi, Co-founder sekaligus Strategy & Programs Director Across Species Project Indonesia.

Memasuki sesi lightning talks, para praktisi membagikan cerita, peran, dan perjalanan karier mereka. Sesi ini diisi oleh Elfha Shavira (Campaigns Lead Sinergia Animal), Elly Mangunsong (Co-founder & Director of Farmed Animal Welfare Advocacy Animal Friends Jogja), Fadila Rahma (OWA APAC Member Lead The Humane League), dan Yohana Elma S. (Food Policy Assistant Sinergia Animal) sebagai moderator. Dalam paparannya, mereka menyoroti urgensi kesejahteraan hewan ternak yang kerap terabaikan, salah satunya melalui contoh kampanye ayam bebas kandang baterai (cage-free). Hal ini secara tidak langsung mendorong sistem produksi dan konsumsi pangan yang lebih bertanggung jawab di masyarakat.
“Dulunya aku memang seorang ekofeminis, tapi ketika membaca ulang tentang keadilan sosial dan banyak isu-isu lainnya, aku melihat ada something missing. Kalau ekofeminis kan itu membahas tentang keterbatasan perempuan dan lingkungan. Lingkungan ini enggak semata-mata hanya tanah, tumbuhan, dan ya konflik agraria dan segala macam, tapi juga di mana posisi hewannya. Itu yang jarang dibahas di dalam kerangka berpikir ekofeminis dan memang seharusnya dibahas,” ujar Elfha membagikan titik baliknya memutuskan berkarier di bidang advokasi hewan.
Kegelisahan serupa juga dialami oleh narasumber lain saat mengulik lebih dalam tentang kesejahteraan ekosistem dan menemukan bahwa hewan ternak turut menjadi korban. Para narasumber menyarankan peserta yang ingin berkarier di bidang ini untuk memulai dari ikut menjadi relawan atau berdonasi. Langkah awal ini penting agar jaringan terbentuk lebih dulu, hingga nantinya memberikan snowball effect menuju peluang pekerjaan yang lebih besar.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan networking session, peserta yang dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk tiap NGO. Pada momen ini, peserta berkesempatan berinteraksi langsung untuk menanyakan gambaran pekerjaan, peluang rekrutmen, hingga berkoneksi langsung dengan anggota-anggota NGO tersebut.
Acara diakhiri dengan lokakarya pemetaan jalur karier advokasi hewan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama drh. Gede Putra S., M.Si., Programme Coordinator Welfare Matters. Melalui Animal Career Day 2026, peserta diharapkan dapat mencari tahu secara langsung mengenai berbagai peluang karier di organisasi nasional maupun global dari orang-orang yang sudah menjalankannya.