Creative Hub FISIPOL UGM Bersama UNSW dan Universität Leipzig Melibatkan Warga Terban dalam Observasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Yogyakarta, 8 Juni 2026—Creative Hub Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) bersama mitra dari University of New South Wales (UNSW) dan Universität Leipzig menggelar observasi dan mini fieldwork pengelolaan sampah di RW 05, Kalurahan Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Indonesia menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah dengan volume produksi sampah nasional sebesar 23,9 juta ton per tahun, di mana 65,45% di antaranya belum terkelola dengan baik akibat rendahnya partisipasi masyarakat. Kawasan Terban, yang terletak tidak jauh dari kampus UGM, menghadapi persoalan serupa sehingga dipilih sebagai living laboratory untuk transformasi ekonomi sirkular melalui pengembangan Ekosistem Gebrak Sampah.

Penelitian lapangan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk merancang solusi berbasis masyarakat, mengingat belum adanya mekanisme yang memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi solusi pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan kondisi lokal mereka. Selain itu, wawancara yang dilakukan oleh tim diharapkan dapat menggali tingkat literasi dan pengetahuan warga mengenai praktik pemilahan dan pengolahan sampah organik yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program EQUITY WCU (World Class University) yang mengusung pendekatan University-Community Engagement (UCE) dan Community-Based Participatory Research (CBPR).

Observasi difokuskan di lingkungan RW 05, yang dikenal sebagai kawasan permukiman dan komersial padat dekat kampus UGM. Tim peneliti melakukan wawancara langsung dengan perwakilan warga, serta sejumlah tokoh masyarakat. “Kami mengamati secara langsung praktik pemilahan dan penanganan sampah harian rumah tangga di lingkungan permukiman perkotaan yang padat,” ujar Nida Khoirun Nisa, salah satu tim observasi. 

Dalam sesi wawancara, warga diberikan sejumlah pertanyaan terkait persepsi mereka terhadap program KKN Tematik Sampah, tingkat literasi pemilahan sampah organik, anorganik, residu, dan limbah B3, serta tantangan terbesar dalam mempertahankan kebiasaan memilah setelah mahasiswa KKN menyelesaikan pengabdiannya.

Salah satu poin yang digali tim adalah apakah warga masih melanjutkan kebiasaan memilah sampah secara mandiri pasca program pendampingan intensif dari pintu ke pintu selama tujuh hari. Selain itu, tim juga menanyakan ketersediaan fasilitas dari tingkat RT/RW atau kelurahan yang mendukung pengelolaan sampah rumah tangga.

Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan di Terban, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait akses pendidikan, literasi dasar, dan pendidikan untuk keberlanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses ini, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik lokal mengenai pengelolaan sampah, yang pada akhirnya mendorong lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Creative Hub FISIPOL UGM, bekerja sama dengan mitra internasionalnya, mengambil langkah signifikan menuju penciptaan masa depan yang berkelanjutan bagi warga Terban. Dengan fokus pada pendidikan, keterlibatan masyarakat, dan solusi praktis, inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi praktik pengelolaan sampah dan berkontribusi pada tujuan keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.