Tiga Mahasiswa FISIPOL UGM Dorong Pengembangan Kampung Wisata Maritim Berkelanjutan di Wilayah Pesisir Gorontalo

Gorontalo, 6 Agustus 2026—Tiga Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan pesisir selatan Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 sejak bulan Juni sampai Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat pesisir.

Di bawah bimbingan Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si. dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan tiga mahasiswa FISIPOL, yaitu Upik Maulia (PSdK), Dewaku Sahaja (Ilkom), dan Maritza Ayushitanaya (PSdK). Ketiga mahasiswa tersebut merancang program pengabdian yang berjudul “Menaut Potensi, Membangun Bahari: Strategi Penguatan Kampung Wisata Maritim Berkelanjutan melalui Model Community-based Tourism (CBT)”. Pelaksanaan program ini turut memperoleh dukungan pendanaan dari FISIPOL UGM melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat untuk Kelompok Mahasiswa yang dikelola oleh Unit Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (UP3M).

Adapun lokus pengabdian di Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Desa ini dipilih karena posisinya yang berada di kawasan Teluk Tomini, sebuah wilayah yang memiliki kekayaan ekosistem laut serta potensi wisata maritim. Letak geografis tersebut menjadikan Lobuto Timur sebagai desa yang sangat bergantung pada sumber daya pesisir, sekaligus menyimpan potensi besar apabila dikelola secara tepat. Namun, kekayaan alam yang dimiliki desa ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya. Kondisi geografis dan sosial-ekonomi itulah yang mendorong tim mahasiswa untuk menjadikan Lobuto Timur sebagai lokasi utama pemetaan potensi dan permasalahan desa.

Kondisi geografis yang berdekatan langsung dengan wilayah pesisir sekaligus kawasan pegunungan turut membentuk corak mata pencaharian warga. Maka dari itu, petani dan nelayan masih mendominasi profesi masyarakat setempat. Sayangnya, belum ada upaya diversifikasi terhadap hasil tangkapan nelayan maupun hasil pertanian yang diperoleh, sehingga nilai ekonominya cenderung stagnan. Selain persoalan ekonomi, isu lingkungan juga menjadi tantangan bagi desa ini, terutama terkait pengelolaan sampah yang sampai saat ini belum terkelola dengan baik. Ketiadaan sistem pengelolaan sampah yang memadai berdampak pada kondisi lingkungan yang kurang baik, yang diperparah dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Berangkat dari rangkaian persoalan tersebut, pendekatan Community-Based Tourism (CBT) dipilih sebagai strategi penguatan pariwisata yang menekankan peran aktif komunitas lokal dalam setiap tahap pengembanga. Sejalan dengan pendekatan itu, program dilaksanakan melalui pemetaan potensi desa yang mencakup aspek lingkungan, ekonomi, sosial, serta pariwisata secara menyeluruh. Penggalian data dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Desa Lobuto Timur, pelaku usaha lokal, maupun masyarakat setempat. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya disusun menjadi sebuah rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kampung wisata maritim berkelanjutan.

Melalui rangkaian upaya tersebut, program ini sejalan dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-14 mengenai Ekosistem Lautan. Keselarasan terhadap agenda global tersebut, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pembangunan Desa Lobuto Timur di masa mendatang.

Penulis: Upik Maulia