Yogyakarta, 28 Agustus 2026ㅡInstitute of International Studies (IIS) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Seoul Women’s University, UN Women, dan KOICA melangsungkan International Conference on the Gender-Responsive Humanitarian, Development, and Peace (HDP) Nexus pada hari ini, Jumat (28/8) berlangsung secara hybrid di Auditorium Lantai 4 Fisipol UGM dan daring melalui kanal YouTube Fisipol UGM. Konferensi ini mengangkat tema besar “Women’s Leadership for Inclusive Resilience: Leaving No One Behind for Sustainable Peace and Crisis Response”.
SDGs 5: Gender Equality
Yogyakarta, 28 Agustus 2026ㅡBerkolaborasi dengan Seoul Women’s University, UN Women, dan KOICA, IIS UGM melangsungkan acara International Conference on the Gender-Responsive Humanitarian, Development, and Peace (HDP) Nexus pada Jumat (28/8). Berlangsung secara hybrid di Auditorium Lantai 4 Fisipol UGM dan daring melalui platform Zoom.

Rangkaian acara hari ini diawali dengan sambutan oleh Ulziisuren Jamsran selaku Perwakilan dan Penghubung untuk ASEAN, UN Women Indonesia. Senada dengan semangat kolaborasi internasional yang diusung, Dr. Hyun Gyung Kim selaku Co-Convenor dari Seoul Women’s University menegaskan bahwa forum ini lebih dari sekadar ajang transfer pengetahuan searah.
Yogyakarta, 18 Agustus 2026—Memasuki pekan pertama perkuliahan Semester Gasal 2026/2027, Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum awal semester yang menghadirkan empat dosen mudanya untuk berbagi cerita di balik riset disertasi masing-masing. Acara ini menyoroti bagaimana proses riset dijalankan, temuan apa yang dihasilkan, dan kontribusi apa yang ditawarkan bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebijakan publik.

Membuka rangkaian presentasi, Dr. A. Sudiana Sasmita memaparkan disertasinya yang mengkaji hubungan antara etnisitas dan demokrasi di Papua Barat, dengan mengambil studi kasus perbandingan di Kabupaten Sorong Selatan dan Keerom. Dari temuan lapangannya, Sudiana justru menunjukkan bahwa hubungan etnisitas dan demokrasi tidak selalu bersifat negatif seperti yang selama ini banyak diasumsikan dalam literatur politik arus utama. Risetnya justru menemukan bahwa politik etnis di Papua Barat dapat berjalan kompatibel dengan partisipasi demokratis. “Meskipun kelompok transmigran mendominasi secara numerik, mereka secara kolektif mendukung kandidat OAP demi menjamin stabilitas, keamanan, perlindungan aset, dan birokrasi. Sebagai imbalan, posisi strategis dalam birokrasi eselon diakomodasi untuk para kelompok pendatang non-papua,” ujarnya.

Publikasi Terbaru FISIPOL UGM
Kami informasikan beberapa publikasi terbaru dari Dosen dan Peneliti di FISIPOL UGM edisi Juni #3 yang dapat dibaca:
1. Artikel Jurnal – Zita Wahyu Larasati, Dale Albanese, Hsueh-Hua Chuang, and Thi Phuong Lien Tran
“From theory to practice: Developingand applying educational indicatorsfor Just Transition pedagogy”
📚 https://journals.sagepub.com/doi/epdf/10.1177/17577438261459607
2. Artikel Jurnal – Oki Rahadianto Sutopo & Fuji Riang Prastowo
“Regulating Youth through High Culture: Cultural Violence and Symbolic Stigmatization in a Monarchical City in Indonesia
📚 https://doi.org/10.48411/x1z3-0n21
Yogyakarta, 26 Mei 2026—Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (DPP UGM) mengadakan kegiatan sosialisasi penanganan kekerasan seksual dan kesehatan mental.
Acara ini digelar menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan di lingkungan akademik, termasuk aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut pemecatan dosen terduga pelaku kekerasan seksual.
Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, AAGN Ari Dwipayana, menekankan bahwa ruang untuk departemen bertindak tegas dalam menanggapi masalah kekerasan, tetapi juga membuka ruang yang luas untuk memulihkan dampak dari kekerasan tersebut. “Tidak ada toleransi untuk kekerasan, tetapi selalu ada ruang untuk pemulihan,” ujarnya.
Yogyakarta, 17 April 2026─FISIPOL UGM bekerja sama dengan University of Melbourne dan Kopernik menyelenggarakan Workshop Gender Durability Research yang berlangsung selama lima hari pada 13–17 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan agenda riset lapangan tahun 2026, sekaligus sebagai ruang konsolidasi akademik dan penguatan kolaborasi lintas institusi.

Workshop ini dirancang untuk mempertemukan peneliti, dosen/akademisi, dan praktisi dari berbagai latar belakang guna menyusun kerangka riset yang komprehensif, kontekstual, dan responsif terhadap dinamika sosial di tingkat lokal. Fokus utama kajian adalah pada politik keseharian perempuan, yang dilihat sebagai ruang penting untuk memahami relasi kuasa, praktik sosial, serta tantangan yang dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-hari di berbagai wilayah di Indonesia.
Institute of International Studies (IIS) FISIPOL UGM bekerja sama dengan UN Women Indonesia meluncurkan Feminist Participatory Action Research (FPAR) Report yang mengkaji akar ketimpangan gender serta irisan kerentanan perempuan dalam konteks bencana, konflik sosial, dan kekerasan ekstrem. Penelitian ini dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Kupang (Nusa Tenggara Timur), Bima (Nusa Tenggara Barat), dan Sigi (Sulawesi Tengah) dengan pendekatan partisipatif yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama penelitian.
Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Milda L. Pinem, baru saja mempublikasikan karya ilmiah terbarunya berjudul “Vpogled v Ženske, vera in kultura: krepitev moči skozi inkulturacijsko teologijo” atau Women, Faith, and Culture: Empowering Through Inculturation Theology”.
Publikasi ini mengkaji relasi antara perempuan, agama, dan budaya dengan menekankan pentingnya pendekatan inkulturasi teologis sebagai sarana pemberdayaan perempuan dalam konteks sosial dan kultural yang beragam. Melalui perspektif interdisipliner, kajian ini menyoroti bagaimana nilai-nilai keimanan dan budaya lokal dapat menjadi sumber kekuatan bagi perempuan dalam membangun peran, identitas, serta posisi yang lebih setara di ruang sosial.
Yogyakarta, 23 Januari 2026─Sebagai upaya mendorong pemberdayaan sosial-ekonomi warga dalam rangka implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) kembali menerjunkan tim pengabdian masyarakat di Dusun Karanganom, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Pada kegiatan kali ini, Tim DMKP menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Hasil dengan inisiatif kolaboratif yang melibatkan dosen serta mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Sinergi akademik ini bertujuan untuk memberikan pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat mitra.
Dosen Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Yulida Pangastuti, Ph.D., kembali menorehkan pencapaian akademik melalui publikasi artikel ilmiah terbarunya di jurnal internasional bereputasi Asian Studies Review. Artikel berjudul “The Micropolitics of Care in Indonesia’s Neoliberal Universities” ini ditulis bersama Zulfa Sakhiyya dan Inaya Rakhmani.
Publikasi tersebut mengkaji praktik care atau kepedulian dalam kehidupan akademik perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di tengah meningkatnya penerapan logika neoliberal yang menekankan kinerja, produktivitas, dan capaian kuantitatif. Melalui pendekatan feminis dan metode kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa relasi empati, perhatian, dan kerja-kerja perawatan yang dijalankan dosen kerap terpinggirkan, meskipun memiliki peran penting dalam proses pendidikan dan pembentukan lingkungan akademik yang sehat.