Yogyakarta, 25 Juli 2020 – Dewan Mahasiswa atau DEMA Fisipol UGM bekerja sama dengan Kapstra (Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) dalam menyelenggarakan Dialektika (Diskusi Aktual Keilmuan DEMA) yang kedua pada Sabtu sore (25/7). Dialektika kali ini turut menghadirkan Vandy Yoga Swara, S.Sos., M.A. dan Rezaldi Alief Pramadha, S.E., M.S.S. selaku dosen PSdK Fisipol UGM, serta Nailul Amany, S.H., M.H. selaku dosen FH UGM dalam mendiskusikan topik yang diangkat, yaitu “Masa Depan Pekerja Informal Pasca Pandemi COVID-19”.
Berita
Yogyakarta, 24 Juli 2020—Center for Digital Society atau CfDS Fisipol UGM kembali menghadirkan Digital Future Discussion (Difussion) yang ke-29 pada Jumat sore (24/7). Umar Abdul Aziz, dari Quizizz Indonesia, menjadi pembicara dalam difussion kali ini dengan membawakan topik seputar Terobosan Pembelajaran Daring. Topik tersebut diangkat dalam rangka menanggapi kurang efektifnya metode pembelajaran daring selama pandemi. Adapun audiens yang menghadiri adalah mayoritas dari kalangan guru. Janitra Haryanto, Project Officer of Research CfDS, turut memandu jalannya diskusi sebagai moderator.

Nyatanya, akademisi dituntut untuk harus berpindah dari satu tugas ke tugas yg lain, seperti memenuhi ketiga poin tri dharma perguruan tinggi, juga tugas-tugas administratif dan struktural. Dan ternyata, hal ini terjadi tidak hanya di Indonesia, di negara sang penulis buku pun seperti itu. Kondisi ini kemudian memunculkan stres di kalangan akademisi. Ario pun menampilkan hasil riset yang ia temukan mengenai kepuasan kerja dengan stres di kalangan akademisi.
Sayangnya, isu kesehatan mental pada akademisi merupakan suatu permasalahan laten—tidak banyak yang menyadari bahwa ini merupakan isu penting. Pandangan ini muncul karena ada stigma yang melekat bahwa akademisi merupakan kalangan yang rasional. Tuntutan untuk terus rasional itulah yang kemudian menekan kondisi kesehatan mental para akademisi. Buku ini pun menawarkan suatu solusi untuk hal tersebut, yaitu menerapkan slow movement di kalangan akademisi.
Sambutan selanjutnya dibawakan oleh Dr. Wawan Mas’udi selaku wakil Dekan Bidang Akademik Fisipol UGM. Wawan turut menyampaikan tentang buku Tata Kelola Penanganan COVID-19 yang diterbitkan oleh UGM Press yang salah satu pembahasannya relevan dengan webinar tersebut, yaitu dimensi komparatif. Ada pula bagian yang membahas soal global government yang akan membantu kita merevitalisasi ulang pasca COVID-19. “COVID-19 sudah membuka banyak kotak pandora, yang menghasilkan peluang-peluang baru”, tutur Wawan.
Yogyakarta, 23 Juli 2020—Menyambut datangnya pelaksanaan pesta elektoral pada Pilkada yang akan diselengagrakan pada Desember di tahun ini, Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM menyelenggarakan sebuah sesi diskusi virtual dengan tajuk Proses Kandidasi di Pilkada 2020: Ruang Gelap yang Penuh Misteri dengan Djarot Saiful Hidayat (Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP), Hasyim Asy’ari (Anggota KPU RI), dan Arya Budi (Dosen DPP Fisipol UGM) sebagai tiga speaker utama yang akan menyampaikan pemaparan materi. Dengan dimoderatori oleh Dosen DPP, Mada Sukmajati, berlangsungnya diskusi nampak sangat cukup komprehensif sebab pemateri tak hanya menyampaikan landasan teori, tetapi juga memberikan sebuah gambaran empiris, salah satunya yakni Djarot Saiful Hidayat yang memulai menjelaskan starting point dengan membawa konteks dinamika proses pilkada yang dilakukan oleh Partai PDI Perjuangan.
Pembicara kedua, Victor Mambor selaku Jurnalis Senior Papua memaparkan mengenai peran media di tanah Papua. “Sejauh ini peran media dalam penyelesaian konflik belum bisa diwujudkan di Papua. Fungsi media sebagai verifikator, mediator dan mengawasi penguasa terutama aparat banyak yang belum disiarkan,” ujar Victor. “Hanya sedikit media yang memenuhi standar, masih banyak wartawan yang ‘liar’, memberitakan peristiwa kejadian yang hanya berkaitan dengan ‘pesanan’, tidak cover both sides. Konflik sering direduksi menjadi sebuah peran yang tidak mungkin mencapai titik temu,” jelas Victor.
Izzati sendiri memberikan judul materi yang dibawakannya sebagai “Cara Mudah Masak Konten”, dan menganalogikan proses pembuatan konten seperti proses memasak. Alur ‘memasak’ konten sendiri terdiri atas lima tahapan, mulai dari mendapatkan brief dari klien, brainstorming, membuat grand kemudian social media content strategy, dan barulah menuliskan konten tersebut. Seperti halnya memasak, dalam proses pembuatan konten juga dibutuhkan bahan-bahan utama, antara lain brand knowledge, audience insight, dan tren. Masing-masing dari ketiga ‘bahan’ tersebut juga memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda bagi suatu konten.
Yogyakarta, 18 Juli 2020—Korps Mahasiswa Politik Pemerintahan (KOMAP) dan DEMA Fisipol UGM menyelenggarakan acara Warung Politik dengan topik diskusi mengenai Kebebasan Pers dan Disinformasi di Papua. Acara kali ini diselenggarakan secara daring via platform zoom dan disiarkan secara langsung melalui channel youtube DEMA Fisipol UGM. Diskusi ini dimoderatori oleh Bayu Krisna, Mahasiswa Politik dan Pemerintahan angkatan 2019. Selain itu, acara ini juga menghadirkan tiga pembicara kondang yaitu Veronika Koman seorang pengacara HAM, Victor Mambor seorang jurnalis senior papua, dan Aprilia Wayar, penulis sekaligus anggota AJI Yogyakarta.
Yogyakarta, 18 Juli 2020─Dua dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Youth Studies Centre Fisipol UGM bekerja sama dengan Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan diskusi daring bertajuk “Film dan Pendidikan (Penggunaan Film Sebagai Media Pembelajaran Sejarah)”. Diskusi melalui live YouTube Youth Studies Centre ini dihadiri oleh 18 peserta yang merupakan guru-guru sekolah menengah atas (SMA) mata pelajaran Sejarah di DIY.
Terkait dengan aspek yang diharapkan ketika seseorang mencari pekerja, Tiara menjelaskan ada empat poin yang dilihat, yaitu perfomance, potential, readiness, dan fit. Empat poin tersebut pun sebenarnya kombinasi dari hal-hal yang intinya ada dua, “who you are?” dan “what you do?” yang terdiri dari competencies, experience, traits, dan driver. “Experience-nya pernah ngapain aja, traits dan driver itu ‘who you are?’, traits itu bawaan lahir/orok, driver itu apa yang memotivasi kita,” tutur Tiara.