Yogyakarta, 22 April 2020—Center for Digital Society atau CfDS merilis video kedua dari sesi pertama Digitalk #39 “The Commercial and Political Value of User Data”. Berdurasi hampir 25 menit, sesi ini mengangkat topik social media and political ads in Indonesia yang dibawakan oleh Alia Y. Karunian. Alia mengawali sesi dengan membahas skandal Cambridge Analytica yang terjadi pada awal 2018, sebuah titik balik untuk privasi daring dan proteksi data.
Skandal ini, kata Alia, sudah mengubah pemahaman masyarakat secara signifikan mengenai proses pengumpulan, pihak-pihak yang menggunakan, dan kepentingan pemakaian data konsumen. Skandal Cambridge Analytica adalah skandal yang melibatkan pengumpulan informasi pribadi puluhan juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica pada masa pemilu Amerika Serikat 2016 silam. Data ini digunakan untuk “membujuk” atau memengaruhi pandangan pemegang hak pilih melalui iklan politik di akun media sosial mereka sesuai keinginan politikus yang mengontrak Cambridge Analytica.