Yogyakarta, 14 Agustus 2026—Di tengah gempuran perkembangan retail modern yang kian masif, masyarakat lokal Kampung Batik Kauman Solo tetap berupaya mempertahankan eksistensi usaha batik mereka. Tim Gentriset dari Universitas Gadjah Mada melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) meneliti strategi adaptasi yang dilakukan oleh para pelaku usaha lokal di kawasan yang dikenal sebagai kampung budaya tersebut.
Tim Gentriset melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) meneliti strategi masyarakat lokal Kampung Batik Kauman Solo yang bertahan di tengah perkembangan retail modern. Tim ini dipimpin oleh Hanel Aulia Afro (S1 Sosiologi), bersama Nasywa Izzati Firdaus (S1 Politik dan Pemerintahan), Elang Gading Permana (S1 Sistem Informasi Geografis), Laras Dwi Anggraeny (S1 Politik dan Pemerintahan), dan Nasywa Adinda Ibrahim (S1 Antropologi Budaya). Didampingi oleh Odam A. Artosa, M.A., dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) UGM, sebagai dosen pembimbing.
